Kamis, 03 Desember 2009
I want....,But I can't....
Kali ini pun begitu, melihat tulisan2 teman2 yang memberi inspirasi dan dan menjadi terinspirasi. Akhirnya aku tak tahan juga untuk menuliskan sedikit kata2 pada lembaran lusuh blog ku ini. Walau sebenarnya aku sedang negtik tulisan untuk Broca edisi bulan ini.
Suatu hari aku pernah berpikir, adakah suatu saat nanti suatu alat seperti Mp3 atau Mp4 yang bisa merekam gelombang2 elektronik dari otak, sehinga tanpa mengeluarkan sepatah kata pun kita sudah merekam apa yang kita pikirkan. Banyak sekali rasanya yang pantas untuk ku tulis di blog ini, yang membangkitkan semangat belajar dan cinta kepada Mu, berharap semangat itu dapat merambat kepada pembaca yang tak sengaja nyasar ke blog ku.... He...he...
Sayangnya, aku tak punya waktu (alasan klasik) atau emang aku yang selalu mengambing hitamkan waktu dalam hal ini, entahlah aku juga tidak tau. Saat hantaran2 impuls itu mengebu2, layar komputer sedang tidak bersamaku. Jadilah dia tersalurkan hanya dalam alam gelombang eletronik otakku yang berumur tak begitu panjang. Hilang bersama hembusan nafasku.
Ya, mudah2 ada alat yang ampu merekam gelombang otak, trus langsung ditranslet kedalam bahasa normal atau bentuk tulisan biasa, trus bisa di colok kabel data and langsung copy paste ke komputer, he...he... enaknya. (Maunya tuh....)
Tiba-tiba ada suara...
Kan ada notebook buk???
Bisa dibawa kemana2 n bisa nulis d mana2?
Iya, aku juga dah coba Notebook tapi ngak berhasil, bahkan aku dah pake notepad di HP, tapi ngetiknya terbatas hanya nyampe 512 kata, kan nggak asyik.
Pelajaran hari ini:
Manage your schadule and make skala prioritas
Sabtu, 21 November 2009
SEPEDA LAMA,TAPI BARU...

Apa sih maksud judulnya? "SEPEDA LAMA,TAPI BARU?!?"
iya nih,udah hampir 1 minggu aku terpisahkan dengan sebuah benda yg selalu setia menemaniku,yang tak bisa di pisahkan jauh dari diriku. apakah itu? yop benar sekali,ngak salah lagi dia adalah kendaraan terbags yg ada d fk unand,SEPEDA KU.
hari senin kemaren,awal blok 14,aku ngk ke kampus dgn sepeda. semua2 teman bertanya2,kemanakah gerangan pujaan hati ku yg satu ini. kenapa pujaan hatiku itu membiarkan aku berjalan sendiri. menyedihkan... becanda ding
Kamis, 22 Oktober 2009
PHOBIA

Entah dari mana ide untuk membuat tulisan tentang PHOBIA ini muncul. Tapi ku kira, saat Ila menjerit sejadi-jadinya siang itu.
Aahgg………………
Ulat…ulat….
Aaaahhhggggg………….
Sontak saja, aku yang sedang tidur-tiduran di kamar berlari keluar.
Aku : Ada apa La?
Ila : Ada ulat…. Tu di situ…. (sambil menunjuk ke arah tangga)
Aku : (pergi ke tangga sambil celingak-celinguk memperhatikan, maksudku mencari-cari makhluk yang membuat Ila memekik seperti itu) mana?
Ila : itu, yang gerak-gerak…
Aku : Oh iya…. (sambil membuang ulat tersebut)
Keadaan kembali aman dan terkendali.
Ok, keadaan Ila di atas, ku sebut dengan PHOBIA. Entah hanya sok-sokan menggunakan istilah itu atau karena memang itulah istilah yang cocok, aku juga nggak tau, cuma pura-pura menjadi sok tau (he…he…., cengigisan karena bingung sendiri dengan tulisan yang sedang dibuat). Nggak hanya itu, ternyata setiap orang ada phobia sendiri-sendiri, itu yang membuat otakku dan daya imajinasiku tergugah untuk menulisnya.
Pertama, Ila selain takut sama ulat, juga takut sama cacing. Aku ingat kembali gimana kejadian cacing memberi kejutan saat Ila ulang tahun. Ceritanya gini, pas Ila ulang tahun, teman-teman sekosan ngasih surprise, kecuali aku, aku kan pulkam (dasar suka pulkam, he…he…). Trus, bertumpuklah aneka zat-zat dan bahan-bahan yang amburadul di kepala dan badan Ila. Alhasil, Ila harus segera mandi, soalnya bau badannya udah kayak “Pasar Ibuh” (pasar yang cukup bau di Payakumbuh, karena menjual bermacam-macam kebutuhan dapur, apalagi bagian pedagang ayamnya, Ihg…igh…. Aku nggak tahan). Namun saat Ila masuk ke kamar mandi dan duduk “manjalepok” di kamar mandi untuk membersihkan kepalanya, suatu kejadian yang tak terduga-duga muncul. Apakah itu? Sesosok cacing yang lumayan besar berjalan-jalan santai di lantai kamar mandinya dan itu persis disebelah Ila yang sedang duduk “manjalepok”. Kejadian selanjutnya bisa kamu bayangin sendiri.
Itu cerita Ila dan Phobianya. Trus, kalau Tika, phobia ama yang namanya Kucing, apalagi anak kucing. Trus, kalau ama Kak Adek, jangan pernah deh sebut-sebut tentang Tikus, mendengar suaranya aja beliau udah mengigil duluan. Begitu juga dengan ku, aku amat sangat phobia sekali dengan makhluk yang berkaki empat, jalan di dinding, makanannya nyamuk, bunyinya chek….chek…., apakah dia????? Ya, betul. CECAK. (tiba-tiba bulu kudukku berdiri, sambil merobah posisi duduk, melihat kesekitar, jangan-jangan ada seekor cecak yang sedang memperhatikanku dan nggak lupa megangin kudukku)
Sebenarnya, apasih phobia itu. Setelah menjelajah bentar di dunia internet, aku mendapatkan pengertian phobia yaitu “rasa ketakutan kuat (berlebihan) terhadap suatu benda, situasi atau kejadian yang ditandai dengan keinginan untuk menjauhi sesuatu yang ditakuti itu”. Bedanya dengan rasa takut biasa adalah hal yang ditakuti sebenarnya nggak menyeramkan untuk sebagian besar orang. Phobia terjadi akibat adanya faktor biologis di dalam tubuh. Bisa juga karena keadaan yang nggak normal di struktur otak. Tapi kebanyakan psikolog setuju, phobia lebih sering disebabkan oleh kejadian traumatis.
Begitu juga denganku, phobiaku terhadap CECAK, adalah akibat kejadian traumatis. Dulu waktu aku kecil, aku nggak takut ama cicak, malah penasaran dan berusaha mencari tahu tentang cecak tersebut. Tapi kejadian mengerikan membuat ku seperti ini (depresi,lebayyyyyyyy), aku jadi phobia ama cecak. Mungkin karena keingintahuan ku yang berlebihan, hickk..hickkk…
Banyak kejadian-kejadian menarik ku bersama CECAK, mungkin akan aku ceritakan beberapa. Yang akan mengorek lagi luka lama ku (hei, emang kamu mau cerita apa sih??? Hiperbola banget sih…)
Pertama, saat aku masih duduk di Taman Kanak-kanak, inilah awal dari segalanya, ketika kisah ini bermula (ceile, kayak cerita-cerita horor nih!!!).
Waktu liburan pun tiba, inilah waktu yang ditunggu-tunggu oleh seorang murid TK. Tak ada kegiatan yang menyenangkan bagi anak TK seusiaku waktu itu, selain bermain. Begitu juga dengan aku, masa libur itu ku isi dengan bermain sepuasku. Kebetulan di dekat rumah ku ada sebuah rumah kosong yang tak berpenghuni. Halamannya luas dan kami (maksudnya aku and friends) suka bermain di sana.
Satu hari yang tak terduga. Aku menemukan benda aneh bin ajaib di dinding pagar rumah itu. Karna penasaran, aku bertanya kepada temanku yang notaben nya 2 tahun lebih tua dari aku.
Aku : eh…eh… apaan tuh.
Temanku : yang mana sih???
Aku : itu, yang putih-putih kecil di dinding pagar itu.
Temanku : Oh…. Itu toh. Itu kan telur cecak.
Aku : Ah…. Masa iya sih???? Kok telur cecak kecil-kecil??? Padahal cecak kan gede???
From that conversation, aku berenung sendiri. Terjadi suatu pergelutan yang hebat dalam otakku. Aku nggak yakin kalau benda bulat, kecil, dan menempel di dinding pagar itu adalah telur cecak. Batin ku memberontak. Mana mungkin benda sekecil itu di dalamnya terdapat cecak yang besar. Akhirnya, rasa penasaranku memuncak. Aku ingin sekali memastikan kalau di dalam benda kecil itu ada seekor cecak. Tak lama kemudian, tangan kananku sudah memegang sebatang kayu kecil. Kayu itu aku gunakan untuk memecahkan telur-telur kecil tersebut, berharap akan menemukan cecak-cecak di dalam telur itu. Tapi apa hasilnya, tak seekorpun cecak yang kutemui di dalam telur. Dari telur tersebut hanya keluar lendir-lendir. Ku pecahkan lagi. Masih lendir-lendir yang keluar. Sampai akhirnya, semua telur di dinding pagar itu hancur kupecahkan, batang hidung si cecak tak nongol-nongol. Imbasnya, aku marah-marah kepada temanku dan menuduh kalau mereka berbohong padaku. Buktinya sudah kongkret, aku sendiri yang menyelidikinya. Tak ada ku temukan seekor cecakpun di dalam telur itu. Kesimpulanku …… “ITU BUKAN TELUR CECAK”.
Cerita nggak habis sampai di situ. Kejadiannya berlanjut pada malam harinya. Malam itu, aku bermimpi, mimpi yang mmbuat hidupku berubah 1800. Aku benar-benar tidak menyangka kalau aku bisa mimpi dengan makhluk-makhluk kecil itu. Di dalam mimpi itu aku menggunakan seragam sekolah lengkap. Ku dapati banyak sekali telur cecak yang akan menetap di saku seragam ku. Pertama aku santai saja, aku mencoba untuk tenang dan mengeluarkan telur cecak itu. Tapi telur-telur itu menetas di tanganku. Menggeliat-geliat. Lendir dan geliatannya membuat tangan geli, aku menjadi nggak tahan. Cepat saja ku buang semua yang ada di tanganku itu ke lantai. Selanjutnya, aku sesegera mungkin untuk mengosongkan kantong seragamku dari benda-benda kecil itu, anehnya semakin aku berusaha untuk mengosongkan kantong seragamku, telur-telur itu semakin banyak di kantong seragamku,. Tidak hanya itu saja, kecepatan menetasnya pun 10 kali lebih cepat dari yang pertama. Sekuat tenaga aku mencoba untuk membuang telur dan cecak yang baru menetas itu, ternyata semakin banyak juga telur dan cecak yang baru menetas d kantong seragamku. Akhirnya aku menangis. Aku nggak tahan lagi. Disaat-saat seperti inilah, seseorang ingin terbangun dari tidurnya, dan saat itu aku berharap ini hanya mimpi dan terbagun dari mimpi tersebut. Ternyata benar, disaat aku nggak tahan lagi, aku terbangun dengan kondisi air mata yang meleleh dan sudah membasahi bantal ku. Ya, aku menangis dan mencerit sejadi-jadinya. Malam itulah awal mulai permusuhanku dengan hewan yang bernama CECAK dimulai…. (salah ding, nggak musuhan Cuma geli aja lihat cecak yang jalannya ngliat-ngliat gitu)
Bersambung….
Nb: Masih banyak kisah menariku bersama CECAK yang bisa kita ambil hikmah di dalamnya ^_^
AIR PUN MENJADI COBAAN....

Sekarang dah tanggal 22 Oktober 2009, berarti 22 hari telah kita lewati pasca gempa sumatera yang meluluh lantakan kota Padang dan Pariaman. Keadaan sudah kembali normal, masyarakat pun mulai bangkit. anak-anak mulai pergi ke sekolah dan mahasiswa pun memulai kehidupan kampusnya yang super sibuk lagi.
Tapi ada satu hal yang terjadi di sekitar daerha Jati. AIR BELUM HIDUP JUGA. waduh.... mula2 nya sih enjoy aja angkut2 air dari bak umum ke rumah. trus nyambung ngangkatnya ke lantai 2. tapi setelah 2 hari, 3 hari, 1 minggu, semua badan rasanya sakit2, tulang seakan mau remuk, pokoknya ngak nyaman banget buat belajar di malanm harinya. so, kejadian pada malam harinya bisa di pastikan aku akan terkapar di tempat tidur.
Hari pertama nyampe di Padang, air di sumur depan rumah masih penuh, jadi kami nimba air nya dari sana aja. Dan waktu itu juga papa yang angkatin air ke lantai dua. sayangnya, air itu hanya cukup untuk 1 hari. kenapa??? karena bak ku bocor,jadi nggak bisa di isi. terpaksa ngisi ember seadanya aja. hari berikutnya, kakak ku masih tinggal ama aku. jadilah kami anak kos minahasa raya no.10 bergotong royong untuk ngambil air di bak penampungan umum. Ok..... 2 hari ini nggak ada masalah. Besok nya, semua orang sudah mentingin keperluannya masing2. di sini dah ada muncul egoisme dari masing2 personal. Tapi nggak ada juga masalah yang berarti. kecuali back pain yang aku rasakan.
Waduh, kegiatan di kampus udah mulai padat. suatu hari aku ada rapat ampe magrib. baru ingat kalau di rumah nggak ada air sepersen pun. padahal belum shlat magrib. gimana mau sholat, mesjid minahasa aja di robohin, trus kalau d mesjid kampus, kan nggak ada air. waduh, dilema nih. hati jadi ngak enak, karena belum sholat. rasanya ingin nagis, ngak tau lagi mau jari air dimana??? mau ngungsi, kemana??? aku ada kakak sepupu, tapi kos nya di LUBEG, ya perlu 2 kali naik angkot kalau ke sana. satu lagi, besok itu jadwal ku padat banget: TUTORIAL disambung ama PRATIKUM trus SKILL LAB. aku cukup syok memikirkan hal ini.
Alhamdulillah, ada saja jalan yang di berikan oleh Allah padaku. Akhirnya aku menemukan sumur yang berair di puing2 mesjid minahasa. walau memancing emosi dan meningkatkan adrenalin, akhirnya aku dapat bersyukur. mungkin aku hanya ngak dapat air,tapi orang di luar sana malah nggak punya rumah untuk berlindung, ngak punya keluarga lagi atau ngak punya anggota badan yang lengkap lagi.
Waduh, setelah 22 hari angkut2 air kayak gini, tangaku jadi berotot nih. he...he... tapi banyak yang bilang aku tambah kurus, pucat, habis sakit, dll. Benar nggak sih??? (sambil berdiri di depan cermin)
Nb: I hope, air PDAM di Jati segera hidup.... amin....
Rabu, 30 September 2009
ANUGRAH UNAND AWARD 2009

Acara penyeleksian akhir di mulai pukul 9, sebelum jam dinding menunjukan pukul sembilan aku dan keluarga sudah standby di lokasi penyeleksian. Degdegan, pasti. 10 menit sudah berlalu. 20 menit... sampai akhirnya acara penyeleksian terakhir di mulai.
Tak banyak yang dapat ku buat. Aku hanya bisa berusaha dan berdoa, selebihnya ada Yang Maha Kuasa yang kan menentukan semuanya, Allah SWT. Aku tinggal bertawakal....
Alhamdulillah hasilnya memuaskan....
Sabtu, 25 Juli 2009
AKU JATUH CINTA ….
Benar-benar, aku mencintai mereka. Cinta karna Mu ya Allah. Bagaimana cara aku mengungkapkan rasa cinta ku pada Mu, karena kau telah memberi “rasa” ini pada ku untuk mereka yang sangat ku cintai. Mereka membuatku bahagia. Dan aku bahagia.
Apa sih??? Melankolis kali. Hick…hick…. Sok di puitis-puitiskan. Ha…ha….
Oke, dibawah ini aku akan memaparkan orang-orang yang sangat ku cintai. Yang membuatku selalu bahagia. Membuat hati berbunga-bunga. Ingin selalu bersama. Hang out bareng. Tukar cerita dan berbagi duka. Semua perasaan itu membuatku bahagia walau kadang mereka membuatku deg-degkan, cemas, selalu memikirkan mereka, sms tiap sebentar, minta untuk di telpon, ya semuanya adalah hal-hal yang tak kan terlupakan dan hal-hal yang selalu ku rindukan.
Yuk mari…..
Pertama, orang yang paling tampan yang tinggal di rumah ku. Dari 5 orang penghuni rumah, beliaulah orang yang paling ganteng, yang paling gagah, yang selalu setia mengantarku kemana saja, lalu menjeput ku dimanapun aku berada. He..he… kadang aku sempat tak biasa saat aku sudah jauh darinya (ceile, cuma di Padang gini, apa jauhnya??? Masih satu provinsi. Dasar lebay). Ya, biasanya kalau aku kemana-mana, aku nggak usah pikir panjang lagi, beliau selalu memiliki waktu untuk mengantarku, perginya bisa kapan aja, bisa subuh, pagi, siang, sore, bahkan malam, soalnya ada yang nemenin, ada yang jaga. Aku nggak takut lagi diganggu preman-preman pasar. Sekarang, saat aku di Padang sering aku merasa sulit untuk melakukan hal itu, pasti ujung-ujungnya ingat beliau yang selalu setia menemaniku. Ingat Pris, tak selamanya kamu selalu didekat dan bersama nya…. (sedihnya…)
Aku ingat, saat aku harus ke warnet malam-malam. Di Payakumbuh, rumahku nggak dekat pasar, kalau dibilang nggak dekat, salah juga sih, soalnya kalau jalan kaki cuma makan waktu 10-15 menitan. Tapi masalahnya, Payakumbuh saat aku masih SMA nggak sama ama Padang, tepatnya nggak sama dengan daerah Jati dekat FK, kalau mau ke warnet gampang, karna udah menjamur. Jadilah aku kalau mau pergi ke warnet harus ke pasar dulu. Bayangkan, ini malam-malam, warnet-warnet biasanya di isi oleh anak-anak pasar yang “penampilannya” saja sudah membuat bulu kuduk ku merinding dan kaki gemetaran (waduh, preman apa hantu yang dilihat buk???). Tapi, beliau yang notaben nya nggak ngerti ama yang namanya komputer apalagi internet, setia menemaniku berjam-jam berpetualang di dunia maya tersebut. Dan pernah suatu ketika, aku melihatnya terkantuk-kantuk bahkan tertidur saat menemaniku. He…he…. Jujur, memang membosankan sih, adek ku aja kalau disuruh nemenin aku ke warnet, keluar dari warnet mukanya selalu kusut, ditambah lagi LOLA abis…, maksudnya Loading lama…. Akhirnya berlanjutlah dengan tawar menawar kepentingan, maksudnya aku harus menganti jerih payahnya menemaniku berjam-jam di depan komputer (padahal, biasanya paling lama juga cuma satu setengah jam, itu pun karena LOLA abis) dengan menemaninya kemanapun dia mau. Bisa dipastikan kalau aku akan diajak untuk shopping keliling pasar, fine kalau ada yang dibeli, ini nggak, semua toko di masuki tapi nggak satu pun barang dagangan orang yang udah diotak-atik dia beli, nggak aku banget.
Apalagi ya, tentang pria idola ku yang satu ini???? Beliau rapi, humoris, baik, bahkan amat baik. Tapi jangan salah, kalau marah bisa “Ber….Ba….Ha….Ya…”. apalagi kalau beliau sedang bekerja, trus mood nya nggak bagus, wuih… jangan coba-coba di ganggu deh…. Bisa-bisa kita yang jadi pelampiasan kekesalannya… Oh ya satu lagi, sifat lucu beliau yang selalu ku ingat adalah……”Beliau suka mengulang-ulang membicarakan kejadian dimasa lampau”, entah kenapa beliau nggak lupa dengan kejadian-kejadian lucu bahkan memalukan pada orang-orang disekitarnya. Biasanya yang suka kena korbannya “awit” alias “ambok”, sepupuku. Trus, “oya” adekku…. Bisa sampai satu jam deh ngulang-ngulang kalimat yang itu-itu aja. Aku yang mendengarkan bisa sakit perut karena tertawa. Kadang, itulah yang sering ku rindukan. Miss you, my Dad. Ya, dialah Papaku….
Apalagi ya??? Beliau kalau nyetrika baju selalu rapi, amat sangat rapi, tapi emang memakan waktu lama sih…. Huuu….huuuu…. beliaulah yang paling mendukungku untuk memasuki FK Unand ini, sampai-sampai beliau membuatkan ku meja belajar lipat versi jumbo + meja belajar rancanganku sendiri + rak-rak piring dari kayu. It’s amazing …. Trust me…. Semuanya buatan Papa ku….. ^_^
Rak Piring kayu
Meja belajar rancangankuYang kedua, ya orang yang paling cantik di rumah, maksudnya melahirkan anak-anak yang cantik-cantik, he…he… maunya………^_* Nih photonya……….
(three angel, karena itulah Papaku adalah orang yang tertampan di rumah ini, he…he…. Soalnya selain beliau, semuanya perempuan)
Banyak hal tentang beliau. Pengertian, teman curhat yang baik. Ya, semua isi hati dan permasalahan ku pasti beliau tau. Mulai dari masalah akademis, organisasi dan masalah “hati”. Beliaulah air segar peneguk resahku, saat hari-hari berjalan dengan buruk, dapat dipastikan akan melayang sebuah sms ke hp nya, “ma, telp ika”. Beberapa menit kemudian hp ku berdering dan ada tulisan “mama” dilayarnya. Semua keluh kesahku selalu di dengarnya. Setelah itu beliau memberiku dukungan-dukungan moril dan spritual yang membuatku bangkit kembali. Benar-benar suatu pencerahan bagiku. Sampai-sampai aku tak terbiasa untuk menyimpan masalahku sendiri, beliaulah orang yang selalu ku bebani untuk mendengar masalah-masalah ku itu, walau kadang hanya untuk mendapatkan pembenaran.
Apalagi ya???? Saking banyaknya, sulit untuk diungkapkan….
Berpikir….berpikir……
Oh ya, beliau dijuluki “pancampak” (pembuang) oleh adekku “tri”. Soalnya mamaku suka membuang barang-barang yang dianggapnya mengganggu dan tidak berguna. Beda banget ama papaku, beliau malah suka mengumpulkan benda-benda yang dibuang untuk dapat dimanfaatkan lagi, benar-benar suatu sifat yang bisa saling melengkapi….
Mama, adalah koki terhebat. Semua masakannya aku suka, kecuali “ikan kolam / ikan air tawar”. Tanya kenapa??? Soalnya waktu aku kecil, aku pernah makan ika itu dan ternyata amis gitu, akhirnya aku jadi nggak suka ama ikan kolam. Masakan mama yang paling ku suka….. waduh, susah milihnya, soalnya semuanya enak-enak, ada ayam kecap, daging tumis, rendang belut, sardennya aja enak, he….he….. (jadi ngiler nih…..)
Jangan salah, mama ku ini orangnya modis, malah sering beliau bilang penampilan ku kayak “emak-emak”, lebih parah dari penampilan beliau dan hal itu dibenarkan oleh adek-adekku, sedihnya….Hick….hick…..(merasa tidak adil, karena setiap orang punya style masing-masing, termasuk aku, iya nggak????)
Yang penting, beliau selalu care dengan kepentingan dan masalah anak-anaknya. Dia tidak pernah memaksakan kehendaknya tapi beliau selalu mengarahkan kami untuk mencapai tujuan itu. Thank mom, you my Hero ^_^
Sosok dua orang di atas adalah sosok orang tua yang terbaik di seluruh dunia (lebay….hiperbola. That’s my opinion, so of to me). Terima kasih mama, terima kasih papa, aku mencintaimu karena Allah dan selalu berdoa agar kita akan di satukan Allah kembali di sorganya, karena diakhirat nanti kita akan bersama-sama dengan orang yang kita cintai. So, pesan sponsor, cintailah orang-orang yang beriman karena Allah dan jadikanlah Nabi Muhammad SAW sebagai teladan kita….
Kamis, 09 Juli 2009
LKMM ISMKI Wilayah 1....

Waduh, aku baru sempat nulisin berlusin-lusin pengalaman ku di LKMM ISMKI wilayah 1 sekarang. Maklum orang sibuk (cie.... sibuk apa nya buk??? perasaan tidur melulu....). Banyak banget rasannya hal-hal menarik yang akan aku sampaikan dari masalah-masalah yang menegangkan urat saraf ampe masalah-masalah yang melonggarkan urat saraf, benar-benar membuat sakit saraf, he...he... Ngak ding, becanda doang.
Oke, sebelum aku menuangkan semua unek-unek ku selama beberapa minggu ini yang akan aku bagi kedalam beberapa judul (waduh, emang mau nulis buku buk??? mau nya tuh...), terlebih dahulu aku mau nge posting tugas-tugas ku selama LKMM ISMKI wilayah 1.
Coba renunggi........
MOTIVATION LETTER
LKMM adalah kependekan dari Latihan Kepemimpinan dan Managemen Mahasiswa. Suatu metamorfosis dari LDK yaitu Latihan Dasar Kepemimpinan. Dengan menyisipkan pelatihan manangemen, LKMM insyallah lebih lengkap dari pendahulunya (LDK). Jika ditanya tentang alasan mengikuti LKMM, saya yakin jawaban yang akan keluar dari mulut peserta LKMM ini beragam sekali. Mulai dari keterpaksaan, iseng, sekedar melanjutkan jenjang LKMM, cari teman atau hanya sekedar jalan-jalan. Tapi, dari sekian alasan yang saya paparkan di atas, ada satu kata penting lagi yang akan meluncur dari setiap kata-kata peserta LKMM. Apakah itu? Ingin mendapatkan materi dan pengalaman yang berharga tentang kepemimpinan dan managemen, khususnya di bidang bermahasiswa. Paling tidak, secara teori itulah tujuan yang akan di lontarkan oleh peserta LKMM wilayah ini. Begitupun saya. LKMM ini saya jadikan semacam pelatihan khusus yang hanya didapatkan oleh orang-orang khusus saja. Dan salah satu orang yang beruntung untuk mengikuti pelatihan itu adalah saya. Betapa beruntungnya saya, dari berjuta-juta mahasiswa di Sumatera, saya diutus sebagai delegasi Unand untuk mendapatkan suatu ilmu yang mungkin tidak saya dapatkan jika saya tidak mengikuti acara ini.
Bisa dibilang, LKMM tahun ini adalah LKMM yang penuh aspek yang bisa menganjlokkan motivasi saya ke titik paling dasar untuk mengikutinya. Kenapa? Karena banyak sekali rintangan yang menghalanginya. Mulai dari masalah akademis, masalah dana dan masalah perizinan kuliah. Tiba-tiba saja peraturan begitu ketat. Saya sempat bimbang dan pesimis untuk mengikuti acara ini. Ingin rasanya membatalkan pendaftaran nama saya sebagai delegasi Unand. Tapi dibalik itu semua, saya kembali menata hati dan berpikir jernih. Mempertimbangkan skala prioritas. Menilai keuntungan dan kerugian, baik buruk, pantas dan tidak pantas. Saya mulai memotivasi diri saya sendiri. Mulai untuk meluruskan niat kembali. Karena banyak hal lain yang harus kita pelajari dalam hidup ini, bukan hanya teori dan teori. Namun skill untuk berhubungan dengan orang lain, mencoba untuk menjadi seorang pemimpin ataupun yang dipimpin. Merusaha untuk menerima pendapat orang lain atau mencari solusi untuk sebuah masalah. Karena dalam setiap tarikan nafas kita, kita akan menemukan masalah yang harus kita selesaikan. Dan sunatullahnya, setiap kita adalah seorang pemimpin, paling tidak kita akan memimpin diri kita sendiri. Karena itu, saya menjadi motivator bagi diri saya sendiri. Selain sang pemilik nyawa yang merupakan motivator sejati saya. Tak kan bisa saya berbuat apa-apa tanda Dia….. Allah SWT…….
IDEALISME MAHASISWA KEDOKTERAN DAN TANTANGAN DI MASA KINI
Oleh : Priska Natalia (Fakultas Kedokteran)
Mungkin banyak diantara kita yang telah lupa bagaimana sesungguhnya perjuangan mahasiswa kedokteran Indonesia saat masa penjajahan, merebut kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan. Mahasiswa kedokteran saat itu bergerak dan selalu bergerak untuk mencapai dan mewujudkan impian seluruh rakyat Indonesia. Mereka menjadi traiger untuk semua bentuk kegiatan yang pada umumnya bukanlah gawean dari seorang dokter. Pada saat itu mahasiswa kedokteran berfungsi sebagai sentral dan ujung tombak pergerakan mahasiswa. Menjadi penyulut munculnya analisis permasalahan sosial, kebijakan apalagi masalah kesehatan yang saat pelik saat itu.
Saat ini, mahasiswa kedokteran kehilangan rasa itu. Dimana idealisme yang seharusnya muncul untuk selalu berusaha dan berusaha, namun sekarang banyak yang lebih suka mengemban sikap apatis, studi oriented, nonorganisatoris dan introvert yang memicu percepatan pudarnya idealisme mahasiswa kedokteran tersebut.
Image baru yang dibentuk oleh mahasiswa kedokteran saat ini, benar-benar mengenyahkan sikap kepemimpinan dan telah dirintis tertatih-tatih oleh para pendahulu. Sayangnya keadaan yang sudah mulai membaik, bahkan sangat baik dari pada zaman penjajahan dulu, tak bisa dijadikan suatu predisposisi untuk meningkatkan semangat juang menjadi penyulut tersebut, malahan bertambah hilang dan lari dari apa-apa yang telah digariskan dan ditoreh bertahun-tahun yang lalu.
Pertanyaannya, apa yang bisa kita lakukan sebagai generasi muda yang bukan suatu kebetulan mewarisi tatanan tersebut? Apakah kita akan terus menjadi apatis, hanya study oriented, introvert dan hanya memikirkan kepentingan pribadi? Tidak kawan, tugas kita bukan hanya itu. Kita hidup tidak hanya untuk diri kita sendiri tapi untuk orang lain. Mulailah kembali bergerak, melangkah, walau kita harus tertatah dan merangkak dulu, itu tidak masalah yang penting kita berubah dan mewujudkan semua idealisme itu dalam suatu tindakan nyata. Karena tantangan masa kini bagi mahasiswa kedokteran adalah dirinya sendiri.
ISMKI WILAYAH 1, SATU TEKAD, SATU MISI DAN SATU AKSI
ISMKI kependekan dari Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia. Ia adalah suatu wadah bagi mahasiswa kedokteran di seluruh Indonesia untuk menyatukan presepsi, ide dan karya demi kemajuan bangsa. Untuk lebih memfokuskan pergerakan ini, ISMKI dibagi menjadi beberapa wilayah serta Pulau Sumatera sendiri termasuk kedalam ISMKI Wilayah 1. ISMKI wilayah 1 melingkupi 12 universitas di sumatera, mulai dari yang paling utara sampai yang paling selatan.
ISMKI, bukanlah suatu pergerakan mahasiswa kedokteran yang seumur jagung, tapi ISMKI sudah memiliki pengalaman hidup yang cukup panjang dan berliku. Pelakon di dalamnya pun terus berganti, dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan pun terjadi, mulai dari perubahan-perubahan kecil sampai perubahan-perubahan besar. Dengan datangnya generasi-generasi baru yang mengantikan kedudukan pendahulunya, dari sana muncul juga gebrakan-gebrakan baru, baik itu gebrakan meningkatkan kiprah ISMKI atau bahkan malah suatu gebrakan yang mungkin melemahkan semangat juang mahasiswa-mahasiswa kedokteran untuk bergerak di organisasi ini.
Ya, sekarang akan muncul lagi generasi-generasi baru yang akan menerima warisan kepengurusan ISMKI, tak hanya menerima tapi berusaha sekuat tenaga untuk memajukan dan mengembalikan nilai-nilai luhur yang sempat pudar dan terkubur. Padang, 22-27 Juni 2009 adalah hari yang akan menjadi sejarah lahirnya generasi-generasi harapan itu. Dengan satu tekad yang bulat untuk melanjutkan tongkat estafet ini dan membawanya lari ke tujuan yang kita harapkan. Kerja kongkret tersebut akan kami wujudkan dengan satu misi yang jelas. Do more talk less. Dengan lebih menunjukan aksi dari pada teori-teori. Tidak pula dengan beragam aksi, tapi hanya dengan satu aksi nyata yang kan satukan kita menuju tujuan tertinggi.
-
Dapat artikel yang unik nih. Dari judulnya aja udah bikin penasaran utk dibaca. Tanpa pikir panjang, artikel ini langsung aku baca, he.....h...
-
Oleh: Priska Natalia (07120015) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Qs. Al Qashash Ayat 73 "Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan un...
-
Artikel terjemahan dari website American Pregnancy Association Artikel asli : http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/x-rays-dur...

