Tampilkan postingan dengan label MyDay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MyDay. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Maret 2017

DIET, DIET, DIET DAN DIET (4D)


Assalamualaikum Wr. Wb.

Hai ibu-ibu muda cantik, pintar nan sholehah... Gimana kabarnya nih? Masih stres dengan urusan berat badan? Plus masalah "aktivitas" anaknya yang kian "kreatif"....

Ok, sesuai dengan judul kita di atas, maka kata diet emang kata yang sering terlontar dari mulut ibu-ibu, namun sering tidak dilaksanakan dan mungkin baru sebagian yang tau arti diet itu sesungguhnya. Nah, pada postingan kali ini saya akan membahas masalah diet yang merupakan masalah bagi saya sendiri, eh....

Sebenarnya bahasan ini terinspirasi dari teman saya dr.Wahidatul Nindya Putri atau nama beken nya dr.Ninin. Beberapa hari yang lalu saya sempat ngobrol singat dengan dia via telpon dan wa aja tentang program diet yang sedang dan telah dilakukannya, yang memberikan banyak keuntungan dan perubahan pada tubuhnya. Melihat perubahan pada dirinyalah, saya juga pengen berubah, halah.... Emang power ranger.... Maklum, ibu-ibu muda yang tubuhnya berubah seiring pertambahan waktu dan penambahan status, dari gadis - istri - ibu. Saat hamil semua badan seolah mengembang sekembang-kembangnya. Kalau diandaikan balon, seperti balon yang ditiup maksimal yang sudah rentan untuk meletus, saking udah mengelendungnya tuh balon 🎈🎈🎈. Nah, saat sudah lahiran, si ibu berharap berat yang bertambah akan "keluar" seiring keluarnya sang buah hati dari rahimnya. Tapi apa kenyataannya...... Berdasarkan pengalaman, ibu-ibu muda sekalian bisa jawab sendirikaaan....

Kamis, 17 Maret 2011

...Up Date Blog...

Aduh, dah lama nih nggak  up date blog. Maaf ya…. Soalnya lagi sibuk sendiri, ngurus ini, ngurus itu, persiapan ini, persiapan itu…… Plus tambahan jabatan jadi “asisten lurah”, he….he….

Mau nulis apa ya? Wah…. Sebenarnya banyak yang mau ditulis karena udah berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan blog ini terbengkalai (lebay…..*_*). Banyak komen-komen yang belum dibalas dan beberapa “award” yang belum di tanggapi. Pertama, mungkin aku mau minta maaf dulu ama rekan-rekan yang udah sudi berkunjung ke blog ku dan meninggalkan komen nya, namun sampai detik ini aku belum juga membalas komennya (insyallah akan dibalas secepatnya -ASAP-).

“Maaf ya, komen-komen nya belum dibalas”.

Kamis, 07 Oktober 2010

LAGI-LAGI AKU CEMBURU


Aku cemburu padamu yang selalu khusuk dalam setiap sujud panjangmu.

Aku cemburu padamu yang selalu meluangkan waktu untuk menghisab dirimu.

Aku cemburu padamu yang tak letih menghayati setiap bacaan al –quranmu.

Rabu, 28 Juli 2010

"Golden Time" yang tak tepat...

Ada-ada saja yang mau dilakukan kalau lagi menghafal ujian. Tiba-tiba untaian kata-kata indah itu keluar di kepala, tepat pada pukul 01.00 dini hari. Inspirasi itu selalu datang pada saat yang tak tepat. Tengah malam, disela menghafal ujian, gerombolan-gerombolan kata menghadangku. Aku tak bisa berbuat apa-apa, selain menuangkannya dalam bentuk untaian kata indah.

Ku luangkan waktu ku sejenak untuk dirinya. Kata-kata itu meluncur mulus jadi bahasa yang bisa dibaca. Ha....ha... Aku jadi heran, apakah "golden time" ku itu adalah "waktu-menghafal-buat-ujian" ???

Tak cukup satu. Kata-kata lain pun cemburu. Terpaksa ku ikuti mau mereka, karena aku dikeroyok bersama.

Dua untaian kata indah telah tertera. Aku bermenung sejenak. Sedikit heran, kenapa saat-saat seperti ini malah muncul pada kondisi seperti ini. Uh... Andai sekarang libur, mungkin aku lebih bisa berekspresi, itu menurut ku. Namun kenyataannya, libur malah lebih mundur.

Sebelum kulanjutkan membaca dan menghafal, satu untaian kata indah pun kembali tercipta. Sekarang aku punya tiga untaian kata indah --pada waktu yang tak tepat--

Ketika kembali ku ingin lanjutkan membaca, tiba-tiba lampu mati. Huru hara terjadi diluar sana. Aku terpana. Pohon bak menari terhempas-hempas. Bunyi gemuruh, menggetar jiwa. Apa yang bisa ku lakukan, selain berdoa dan tawakal pada Nya. Karena semua adalah atas izin Nya.


NB: 3 untaian kata-kata indah – pada waktu yang tak tepat—nya akan di posting setelah ini ^^. Dengan judul : JINGGA, TERJEBAK WAKTU dan KU TAK BUTUH CINTA. Ya, itu sekedar kata-kata yang meloncat-loncat di benak ku dan ku susun sedemikian rupa, maka jadilah itu.... Ha...ha... Mudah-mudahan bermanfaat dan menggugah minat menulis dan sastra kita.

Selasa, 29 Juni 2010

Bus Kota



Bus kota kampus - pasar raya melaju dengan kecepatan rata-rata. Bus ini bergerak dari pasar baru menuju pasar raya dan akan kembali ke pasar baru lagi. Biasa, didalam bus kota, aku merasakan suasana khas bus kota, dengan asap rokok yang entah dari sopir atau kerneknya dan berkemungkinan besar juga dari penompang yang sedang mojok di sudut bus. Ditambah lagi dengan dentuman musik khas bus kota yang bass-nya begitu terasa sehingga beresonansi dengan perikardium kita.

Alhamdulillah aku duduk di dekat pintu masuk. Memilih di dekat jendela supaya bisa kena AC (Angin Cepoi-cepoi, maaf plesetan). Musik yang lumayan melow menjadi latar belakang perjalananku kali ini. Banyak hal yang kulihat disepanjang perjalanan. Mulai dari anak SMP yang udah merokok, ngak cuma 1 atau 2 orang tapi ini ada beberapa orang dan berkelompok. Angkot-angkot yang berebut penompang dan saling menyalip bahkan dengan bus kota sendiri. Asap rokok masih bersiliweran di dalam bus kota. Jujur saja, aku paling benci dengan rokok dan asap rokok. Asap rokok membuatku batuk dan sesak napas. Masih ada tanda tanya besar dikepala ku, kenapa orang mau merokok? Yang kulihat dari sisi Ke-“aku”-an ku, nggak ada satu pun manfaat yang dapat kita dapat, bahkan kalau ditilik dari sisi kedokteran, malah rokok adalah faktor resiko untuk beberapa macam penyakit berbahaya yang banyak merengut nyawa, seperti penyakit jantung koroner. Oke, banyak sekali pembenaran-pembenaran yang dilontarkan oleh perokok ketika aku bertanya kenapa mereka merokok. Mulai dari “suka-suka gue”, “awalnya coba-coba” sampai ada yang bilang “kalau nggak ada rokok nggak bisa mikir dan ada aja yang rasanya kurang”. Waduh, gawat kan. Ada juga yang bilang, “kenapa lo yang sibuk? Yang ngerokok gue, beli rokok pake uang gue? Ruginya ama elo apa?” Eh, nggak nyadar ya, asap rokoknya itu loh yang kemana-mana. Tau nggak, menurut penelitian, perokok pasif (orang yang hanya kenak asap rokok orang yang merokok) memiliki resiko yang sama dengan perokok aktif. Karena itu, hal ini jadi urusan gue. Nggak masalah kalau elo mau ngerokok menyendiri di tempat sepi, rokoknya elo beli sendiri, pake uang elo sendiri dan asapnya elo hirup sendiri. Lah ini, para perokok ngerokoknya di tempat umum, di atas angkot yang udah sumpek dan sempit plus asap rokok lagi. Bahkan ketika gue ke bandara, ada yang merokok di ruangan ber-AC. Nggak tau deh, entah mau nangis atau ketawa, entah yang ngerokok orang terlalu “hebat” atau orang terlalu “bodoh”. Oke, gue juga udah bilang tentang masalah kesehatan, tapi malah dijawab “emang ada gitu orang yang mati gara-gara rokok?” Kalau yang di tanya mati gara-gara rokok mah banyak, tapi kalau ngerokok lalu tiba-tiba mati, emang nggak ada. Minum racun aja kalau gitu. Ya itulah ilustrasi percakapanku dengan perokok.

Kita semua tau, bahkan perokok pun tau kalau banyak sekali zat-zat yang berbahaya yang terkandung dalam rokok atau pun asap rokok, salah satunya nikotin. Dan akibat nikotin inilah kebanyakkan para perokok sulit untuk menghentikan kebiasaan merokoknya, karena mereka sudah kecanduan. Ada yang pernah bilang, “sebenarnya untuk tidak merokok itu mudah dan gue pun mau sebenarnya tidak merokok, tapi untuk berhenti itu sulit, soalnya kalau nggak ngerokok rasanya ada yang hilang gitu….”. Miris memang. Jadi bagi kamu-kamu yang tidak merokok, jangan pernah coba-coba merokok. Dan bagi kamu-kamu yang sudah menjadi perokok, cepatlah berhenti merokok dengan alasan apapun. Karena jangan sampai kamu menyesal dengan perbuatanmu sendiri dan sayangilah kesehatanmu. Bantulah orang-orang yang ingin berhenti merokok. Sebenarnya tak ada kata MENGURANGI merokok yang ada hanya STOP merokok.

Waduh, udah ngalur ngidul kemasalah rokok nih. Padahal tadinya aku mau cerita tentang Bus kota dan pengalamanku dengan bus kota. Oke, kita sambung kapan-kapan aja ya masalah Bus Kotanya. Maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung pihak-pihak yang terkait. Karena kesalahan itu datangnya dari saya seorang manusia biasa dan kebenaran yang saya sampaikan adalah dari Allah SWT, tuhan semesta alam.

Selasa, 22 Juni 2010

Speechless



LAGI-LAGI…. LAGI-LAGI….

Hatiku teriris, sakit namun tak berdarah.

Ikhlaskan dan lupakan. Anggap saja tidak pernah terjadi apa-apa.

Tersenyumlah. Mudah-mudahan dapat menggugurkan dosa-dosa. Amien…

Jangan pernah balas keburukan itu dengan keburukan yang sama, tapi balaslah dengan kebaikan.

Dan jangan pernah sekali-kali membalas kebaikan itu dengan kejahatan, tapi balaslah dengan kebaikan bahkan yang lebih baik dari pada itu.

Qs. An Nissa’[4]: 86
  
Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.

Ya, setiap kita dicipakan berbeda. Dan kita pun mengakui perbedaan itu. Anatomi berbeda, fisiologi berbeda, sifat berbeda, sikap berbeda, pendapat berbeda, kebiasaan berbeda, kesukaan berbeda, minat berbeda dan banyak lagi perbedaan-perbedaan  di antara kita. Tapi kenapa kita harus membesar-besarkan perbedaan, kalau kita punya persamaan. Perbedaan itu unik dan menarik, karena perbedaanlah yang membuat kita dinamis, hidup optimis dan penuh warna. Namun jangan sampai perbedaan itu membuat kita tercerai berai dan saling menyalahkan.

Jangan biarkan perbedaan “memperbudak” kita. Seharusnya, kitalah yang “memanfaatkan” perbedaan tersebut, sehingga tercipta suatu harmoni yang indah, yang sedap untuk didengarkan dan indah untuk dilihat. Karena suatu alunan musik yang indah, berasal dari nada-nada yang berbeda, bukan nada-nada yang sama dan monoton. Hasilnya, tergantung kita bagaimana cara menyatukan perbedaan nada itu. Merdu atau cemprengkah hasilnya.

Sekali lagi, dari hati yang telah kembali tersenyum, cobalah untuk memperlakukan orang lain seperti apa kita hendak diperlakukan oleh orang lain. Maka lakukanlah yang terbaik, jangan lagi buat hatinya teriris, sakit namun tak berdarah, karena tak ada satu orang dokter pun yang bisa mengobatinya.

Maaf lahir batin… ^_^


(dalam harapan yang dalam – karena “harapan itu masih ada”)

Jumat, 18 Juni 2010

Saat Terakhir...


Padang, 25 Mei 2010

"Inilah saat terakhirku melihat engkau,jatuh air mataku, menangis pilu"

Saat itu teringat lagi. Saat-saat kau bercerita pada ku. Saat kecil ku yang bahagia sekali jika tidur di rumahmu. Aku mencintaimu. Engkaulah "orang tua" dari orang tua ku yang paling lama berinteraksi dengan ku.

Masih teringatlekat diingatan ku, saat pertemuan terakhir dengan mu. Iba hatiku melihat mu saat itu. Sayang, aku tak bisa berbuat apa-apa.

Teringatlah oleh ku saat kau bercerita tentang sejarah hidup mu. Sejarah hidup papaku. Haru ku mendengarnya.

Kau sempat tinggal bersama ku untuk beberapa waktu. Dalam kesendirian yang kau pendam. Hingga hanya air mata yang bisa lukiskan perasaanmu.

(kasihku untuk nenek - dalam tetesan bening yang mengalir)

Jumat, 23 April 2010

Standar GAUL ?!?

by: Aasiyah Haniifah
Padang, 10 April 2010

Entah kenapa aku berpikir kalau negeri ini diisi oleh hampir 90% penduduk-penduduk yang "pencemooh", kurang penghargaan dan kurang apresiasi.

Ketika seorang teman maju ke depan untuk mengajukan ide cemerlang dari pikirannya, ia malah ditertawakan. Ketika seorang teman melakukan hal-hal kebajikan yang enggan dilakukan orang bahkan tak pernah dilakukan oleh siapapun, ia disindir dan diejek. Ketika seorang teman berusaha untuk jujur dalam ujian dan kesehariannya, ia dianggap sok suci, naif, atau apalah..... Ketika seorang teman berusaha untuk berhenti merokok, malah ia dianggap "cemen", anak mami atau nggak GAUL, maka ia dijauhi dan ditertawakan. 

Kadang atau bahkan sering aku berolok-olok dengan adik ku, saat ia berkata padaku " ah, uni nggak GAUL !!!". Lalu balasku, "emang apa standar GAUL mu?".

Ya, sebenarnya apasih standar GAUL kita? Coba tanyakan pada hati nurani kita. Karena aku pun sedang melakukan itu. Muhasabah diri.............

(Di sudut ruangan - dalam keheningan)

Kamis, 22 April 2010

Hari yang Unik !?@#!



Alhamdullillah........
Alhamdullillah..........
Alhamdullillah.........

Tak bosan-bosan mulut ku mengucapkan rasa syukur pada hari ini. Hari ini benar-benar unik. Tepatnya beberapa hari ini adalah hari yang membuat semua faktor stress ku meningkat. Dan tepatnya lagi beberapa menit yang lalu adalah waktu dimana faktor stress ku mencapai titik tertingginya.

Untung beberapa menit setelah itu Allah memberiku secerca cahaya Nya. And I'm Happy now. Yang membuatku menyunggingkan senyum disetiap kayuhan sepeda ku siang ini. Rasanya, semua hal yang membuatku stress beberapa menit lalu sudah hilang menguap entah kemana.

I'M HAPPY NOW ^_^

Kamis, 15 April 2010

Lipatan kecil yang diabaikan…


Lipatan karpet itu tidak fenomenal, tapi menjadi fenomenal bagi ku. Karpet yang terlipat itu tepat di depan pintu masuk mesjid. Tak ada satu orang pun yang perhatian dengan lipatan karpet itu. Tidak juga dengan aku sebenarnya. Tapi mungkin karena posisi duduk ku yang persis di samping pintu masuk mesjid, memaksaku untuk “ngeh”.

Setiap orang masuk, aku tersadar. Kenapa? Karena lipatan kecil pada karpet itu selalu “mengait” setiap kaki yang masuk. Satu orang, dua orang, tiga orang, sampai….. entah…. Sekarang entah sudah berapa orang, aku pun tidak menghitungnya atau tepatnya sulit untuk menghitungnya. Karena, hampir 99,99% yang masuk mesjid, kakinya akan terkait dengan lipatan karpet itu. Tapi tak ada satu orang pun yang “ngeh”. Tidak juga aku sebenarnya.

Satu orang lagi masuk, ujung jari kakinya menyentuh lipatan itu lagi, aku melirik lagi ke lipatan itu. Ketika satu orang masuk lagi, lipatan itu “mengait” kakinya lagi. Sampai-sampai dia tergamang dan hilang keseimbangan, beruntung kalau dia saat itu tidak terjatuh.

Ya, begitulah. Kita selalu menyepelekan hal-hal kecil. Masalah-masalah kecil. Padahal mungkin saja hal itu yang kan membuat kita terjatuh. Ya, mungkin kita baru SADAR atau “baru akan SADAR” saat kita TERJATUH, saat darah telah mengucur pada salah satu anggota tubuh kita. Nauzubillah. Akankah kita korbankan sesuatu yang tak sepatutnya berkorban? Sebenarnya pribahasa klasik ini masih berlaku, maka lakukanlah “MENCEGAH ITU LEBIH BAIK DARI MENGOBATI”.

Lipatan karpet yang diabaikan ini, mungkin bisa kita analogikan dengan kehidupan sehari-hari kita. Lipatan itu bak masalah kita. Atau seperti kesalahan-kesalahan kecil kita yang selalu kita abaikan. Lama-lama kesalahan itu menggunung dan menghimpit kita. Maka SADAR lah sebelum kita TERPAKSA HARUS SADAR.

Sampai saat ini, tak ada satu pun yang “ngeh” dengan lipatan karpet itu. Tidak juga aku sebenarnya….
(Mesjid Dawa’ul Ilmi – Bada’ Tasqif)

Jumat, 09 April 2010

Paru Ku....

Jum'at, 9 April 2010
By: Aasiyah Haniifah

Ruangan itu penuh asap.
Aku sesak.
Aku batuk.
Jangan tambah lagi predisposisi bagi paru ku.
Aku tidak bangga dengan prediket ini, prediket "PEROKOK PASIF".
Mungkin kamu bisa bangga dengan prediketmu, prediket "PEROKOK AKTIF".
Ruangan itu bertambah sesak, dadaku pun bertambah sesak.
Mohon, akhirilah hal itu...

Ku lihat sekelilingku, tak ada yang ambil pusing.
Ada yang asyik tidur, dengar musik atau bercengkrama dengan teman sebangkunya.
Aku sebenarnya ambil pusing, atau sudah sangat pusing...
Tapi, sekarang aku masih tanpa tindakan. Duduk terpaku di sudut jendela sambil menutup mulut dan hidungku.

(Bus Kota Pasar Baru - Jati, dengan penuh asap yang mengepul)
 

Kamis, 01 April 2010

IMPIAN NO. 19-22


Ini berawal saat video “Danang” ku tonton. Four Tumb deh buat mas Danang yang bisa mengelitik imajinasi terdalamku. Impian ini ku buat pada tanggal 20 Juni 2009 lalu. Mungkin sedikit mustahil, bahkan orang tuaku saja “galak rusuah” mendengar impianku ini. Bukannya nggak mendukung, tapi rasanya impian ini terlalu muluk-muluk.

Siang ini, impian yang sudah hampir satu tahun aku tulis, sekarang mulai menggeliat lagi. Beberapa bulan belakangan ini aku tidak begitu fokus dengan impian-impian ku itu. Saat skil lab, saat aku duduk manis “majalepok” di lantai bangsal anak. Yang merupakan salah satu tempat favoritku di rumah sakit. Kenapa? Karena anginnya begitu sepoi-sepoi dan menyejukkan, serasa di pinggir pantai. Sejuuu…kkk sekali. Untuk beberapa kalinya aku ingin tidur di tempat itu.

Ku jejali pemandangan disekitarku. Banyak pengunjung yang duduk seperti aku, bahkan sampai mengelar tikar dan kasur di sudut-sudut ruangan. Miris aku melihatnya. Teras-teras rumah sakit, disulap begitu saja menjadi tempat penginapan sementara. Kembali impian itu datang menyeruak dikepala ku. Imajinasiku mulai menari-nari. Pikiranku sedang melayang tinggi. Mungkin hanya badanku saja yang sedang duduk di kota Padang sekarang. Tapi jiwa dan pikiranku sudah terbang melayang-layang, melewati ruang dan waktu. Menembus dimensi. Ku susun kembali rencana yang sudah ku buat beberapa bulan yang lalu. Waw, begitu indah rencana itu. Andaikan aku bisa segera mewujudkannya. Tapi, aku sedikit ragu. Aku meragukan diriku sendiri. Aku meragukan, apakah aku sanggup untuk menjadi seorang dokter. Profesi yang berhadapan dengan nyawa seseorang, hidup dan mati. Bahkan aku meragu, apakah aku pantas menjadi seorang dokter?

Kembali aku amati disekelilingku. Tak kuhiraukan percakapan temanku yang sedang asyik dengan persiapan skil lab kami. Aku merasakan mendapat “Power” yang luar biasa hebat. Mengelegar-gelegar. Ide-ide segar yang berloncatan seperti kembang api yang sedang di sulut. Tapi, di satu sisi. Aku serasa ditegur keras. Aku terdiam dan terpaku. Akankah keadaan tetap seperti ini? Bisakah aku merubahnya seperti negeri impianku??? Negeri yang selalu ada dalam setiap hayalku, disetiap mimpiku….

Tak jauh dari tempat duduk ku, aku  melihat anak dengan seragam merah putih, yang masih lengkap. Iya duduk diatas tikar yang digelar di lantai bangsal anak. Dan tak jauh dari tempat itu aku membaca suatu tanda peringatan besar, yang mungkin masih bisa di baca untuk jarak beberapa meter “MOHON TIDAK DUDUK/TIDUR DI AREA INI”. Entahlah, entah apa maksud tulisan itu. Mungkin saja hanya sekedar pajangan di persimpangan jalan, aku pun tak tahu.

Aku merasa tidak nyaman dengan cara seperti ini. Jujur, jujur sekali aku ungkapkan. Mungkin hanya di sini aku bisa bicara. Banyak sekali hal-hal yang ingin aku sampaikan, ingin aku bagi dengan generasi muda ini, generasi penerus bangsa. Akankah negara ini hancur hanya gara-gara kita? Zalim sekali kita. Kenapa kita tak kritis sama sekali? Hanya bisa menerima dan menerima saja. Oke, kita harus bedakan antara menghormati dan menghargai dengan sikap statis (nrimo). Kenapa kita tidak berusaha merubahnya, apalagi kalau kita tahu kalau itu hal yang salah??? Ya, karena hal inilah yang dilakukan oleh senior-senior yang dulu, jadi terima sajalah jangan banyak bicara. Kalau ada yang mudah kenapa minta yang sulit? Tapi puaskah kita hanya menjadi orang yang statis? Coba lah sekali-kali berpikir out of the box. Lakukan evaluasi dan renovasi.

Aku benar-benar geregetan melihatnya. Sepanjang perjalanan menelusuri lorong-lorong rumah sakit, aku berbicara sendiri dalam hatiku. Berkompromi dengan otakku. Dan coba atur strategi baru. Aku tak sadar, kalau aku berjalan sendiri keluar meninggalkan teman-temanku jauh dibelakang sana. Kadang kita butuh itu. Butuh waktu untuk sendiri. Butuh waktu untuk berpikir jernih. Aku suka rumah sakit. Karena di rumah sakit, aku akan melihat banyak orang sakit dan itu membuat ku sadar akan begitu besarnya nikmat sehat. Membuatku bersyukur, bersyukur atas segala sesuatu.

Entah kapan impian no.19-22 ku kan terwujud. Mungkin 10 tahun lagi, atau 15 tahun lagi atau 20 tahun lagi. Aku pun tak tahu. Ku harap secepatnya. Aku akan buktikan pada dunia, aku akan ubah semuanya. Aku akan membuatnya out of the box. Silahkan tertawa, silahkan tak percaya. Tapi tunggu saja pembuktiannya. Impian itu rinci di kepala ku. Mungkin harus kutuliskan di sini agar tak usang dimakan waktu. Yang ku takutkan, hanya “lupa” yang tinggal dikepalaku beberapa tahun yang akan datang. Mudah-mudahan tidak.

10 tahun atau 20 tahun yang akan datang. Sebuah rumah sakit berskala Internasional akan berdiri megah di kota Payakumbuh. Aku sudah menyediakan tempat untuk berdirinya bagunan itu. Akan ada 1 bangunan utama, 1 mesjid, dan beberapa pavilium penginapan pasien dan keluarga. Oh ya, di paviliun penginapan akan dilengkapai dengan sebuah mini market, pustaka mini + wireless, tempat bermain anak. Insyalllah semua yang bekerja di rumah sakit ini adalah orang Indonesia. Kami juga akan menyediakan tata boga yang akan bekerja sama dengan ahli nutrisi, sehingga dapat dihasilkannya makanan yang enak untuk orang sakit. Satu hal yang ingin aku tekankan di sini “KAMI AKAN MEMBERIKAN PELAYANAN SEPERTI HOTEL BERBINTANG”. Moto kami 5 S (senyum, sapa, salam, sopan, santun). Mudah-mudahan ini menjadi ladang amal dan medan jihad bagiku. Mungkin takkan kutuangkan semua disini, ku yakin takkan cukup waktuku untuk menuangkan semua isi pikiranku tentang impian no.19-22 ini.

Ha….ha…. semua orang boleh tertawa sekeras-kerasnya. Orang tuaku pun tertawa miris mendengar impianku ini. Tapi entah lah, aku inginkan ini semua. Aku ingin, orang luar negeri akan berobat ke Indonesia, bukan orang indonesia yang akan di “Oper” ke luar negeri lagi. Kapankah masa ini kan datang? Aku pun tak tau. Sekarang aku sedang meniti sedikit demi sedikit. Setelah bergelar dokter, insyallah aku akan menyempurnakan ½ agamaku. Saat itu aku berumur kira-kira 24-25 tahun. Aku akan berbakti menjadi dokter umum dulu di kampungku. Dua atau tiga tahun kemudian, setelah aku mempunyai anak, aku akan ambil spesialis obgyn, kalau bisa di luar negeri. Aku belum tahu, butuh berapa lama untuk menamatkan spesialis ini, kalau di M.Djamil butuh waktu kira-kira 3,5 tahun. Ya, anggap saja aku butuh waktu paling lama 5 tahun. Berarti usiaku saat itu sekitar 33 tahun. Oke, kita tidak menafikkan kalau segala impianku itu butuh duit alias modal yang sangat besar. Karena aku juga berencana untuk memberi pengobatan gratis dengan pelayanan tetap seperti hotel bintang 5 pada masyarakat tidak mampu, juga pada guru-guruku, baik itu guru-guru TK, SD, SMP dan SMA. Aku tak kan pernah melupakan beliau. Tanpa jasanya, mustahil sekali aku ada di Fakultas Kedokteran ini sekarang. Jadi aku memutuskan untuk stay dan kerja di luar negeri beberapa tahun dengan tujuan cari uang dan cari koneksi (pasien yang bisa aku boyong untuk berobat ke rumah sakit ku kelak). Mungkin butuh waktu 5-8 tahun. Selagi aku bekerja di luar negeri, mungkin aku bisa kerjasama dengan pemerintahan daerah dan memulai pembangunan rumah sakit tersebut. Ya, kira-kira uda berapa ya umur ku? Sekita 40 tahun. Belum begitu tua, he….he….. Semoga Allah mempermudah jalanku, meluruskan niatku dan orang-orang yang ku cintai mendukung impianku ini. Mudah-mudahan ketika aku berusia 45 atau 50 tahunan, rumah sakit itu sudah berdiri megah sesuai dengan impianku selama ini. Amin….

Tulisan ini bukan bermaksud apa-apa. Hanya sebagai motivasi bagi diriku sendiri dan mudah-mudahan juga memotivasi bagi banyak orang. Seorang ahli mengatakan bahwa, tuliskanlah impianmu dengan detail, maka kamu akan mudah untuk mewujudkannya. Bukan masalah terwujud atau tidaknya, tapi impian dan rencana adalah awal dari sebuah kesuksesan.

Apa mimpimu kawan? Tuliskanlah pada selembar kertas dan gambarkan mimpimu secara detail, sekali lagi gambarkan secara detail… Dan lihat apa yang kan terjadi. Tapi ingat, jangan lupakan Zat yang Maha berkuasa, yang menciptakan dirimu dan diriku serta semua yang ada di dunia ini, Allah SWT……….

Jumat, 26 Maret 2010

PUNDI HATI


Lagi-lagi aku mendengar percakapan seperti itu, dengan dialek seperti itu dan cara bicara seperti itu. Dasar… Uh…. Aku benci. Ku rasa hal itu sudah pergi jauh dari ku. Meninggalkan hari-hari yang tlah berlalu. Kenangan itu pahit bagiku. Saat-saat dimana aku hilangkan kendaliku. Ingin ku bungkus alveolus-alveolus hati ini, hingga tak ada sedikitpun selaput pleura yang robek.

Sepertinya pundi-pundi hati ini akan segera hancur. Berserakan bak kelereng. Bergulir kian kemari. Kutak mau, jika orang bisa bebas untuk memungut pundi itu. Karena pundi itu tak bisa dimiliki oleh sembarangan orang.

Saat ku jalan melangkah gontai. Kata-kata itu pun berusaha untuk mengerogoti pleura ku. Hatiku mulai berteriak sendiri, melawan kata itu. TIDAK…TIDAK… AKU BENCI… AKU BENCI… Aku benar-benar benci dengan semua itu. Maafkan aku. Sebenarnya, kata itu, percakapan itu, dialek itu, ucapan itu, membuatku membenci diriku sendiri. Mengungkit kenangan lama yang tak seharusnya kembali.

Aku berlagak tenang saat kata-kata itu ku dengar, saat percakapan itu ku dengar, saat dialek itu ku dengar. Padahal aku merasakan sakitnya, rasa bersalah yang sangat dan penyesalan yang sangat.

Kembali hayalanku melayang. Yang membuatku termenung sejenak dan mulai berpikir. Bahkan sampai berdebat sendiri dengan pikiranku. Dan tak urung pula, tanpa sadar kata-kata itu keluar dari mulut ku. Kata-kata penyesalan, ungkapan kekecewaanku.

Ku kira hal ini tlah berakhir padaku. Aku senang, aku tenang, aku tentram. Tapi aku salah, hal ini tidak akan pernah berakhir padaku, tidak juga pada mu dan pada semua insan di bumi ini. Mungkin dia akan hilang sebentar dan akan muncul lagi, hilang lagi dan muncul lagi. Apa yang harus ku lakukan, saat kemunculannya tiba-tiba. Ah, kemunculannya selalu tiba-tiba, bahkan sangat mendadak. Membuatku gamang dan tak tentu arah.

Akankah pundi-pundi hati ini akan bocor lagi? Ku harap tidak. Karena ku punya pengalaman yang kan ku jadikan pelajaran. Karena sebodoh-bodoh orang, dia tidak akan jatuh ke lubang yang sama. Tapi aku memang bodoh dalam hal ini. Kamu pun begitu. Bahkan semua orang. Semua orang akan terjatuh pada tempat yang sama karena hal ini.

Sekali lagi, aku BENCI. Tapi cukupkah dengan benci? TIDAK. Aku harus introspeksi diri. Kenapa? Karena aku manusia.

..MALAM..


Malam sudah semakin larut. Begitupun sebenarnya mata ini. Tapi aku heran, masih saya ia tetap terbuka. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh si otak. Sepertinya moto “Do less, Talk More” sedang bercangkol di diriku sekarang. Banyak sekali yang sedang ku pikirkan sekarang, tapi tubuhku hanya diam mematung sambil kembali mengulang-ulang pemikiran itu. ANEH… aku benar-benar merasa aneh saat ini. Benar-benar Do less. 10 menit terlewati, posisi ku masih seperti tadi. Berpikir dan masih berpikir. Kapan bertindaknya??? Mencatat dan terus mencatat. Kapan realisasinya???

Aku heran, kenapa aku sibuk sekali dengan pemikiranku? Kenapa aku terlalu memikirkan apa yang ku pikir? ANEH… aku hanya berpikir, mengatur strategi dan……. Akhirnya aku tertidur. Strategi tinggal strategi, realisasinya entah kapan kan terjadi…

Aku hanya tertawa kecut dalam hati. Pemikiranku agak sensitif akhir-akhir ini. Memoriku di awang-awang minggu-minggu ini. Kenapa? Aku pun tak tau jawabnya. Tuhan ku, tolong beri aku jawabannya… Aku menunggunya, karena aku butuh diri-Mu.

Rabu, 24 Maret 2010

Aku Cemburu...

Perasaan itu begitu menggebu-gebu.
Aku benar-benar cemburu.
Kenapa ini?
Apakah itu tanda tak mampu.
Yap kurasa begitu.

Sudah bertahun-tahun perasaan ini ku pendam.
Bukan tanpa usaha dan hanya berpangku tangan.
Aku mencari berita kian kemari.
Tapi, sepertinya hal itu belum berpihak pada ku.
Sekali lagi aku cemburu.


Mungkin hari ini lah puncak kecemburuan ku.
Beberapa hari lalu, bayangan itu terus menghantui ku.
Apalagi ditambah informasi yang telat ku tau.
Pantas kah aku cemburu?


Seharusnya TIDAK, tapi mungkin PANTAS saja menurut ku...
Karena rasa cemburu ini kan membuatku lebih kiat lagi untuk mencapai itu
Saat ku lihat foto-foto Asma Nadia di Eropa,
kecemburuanku membuncah sudah,
seperti gunung merapi yang meletus sangat dasyat.






Aku cemburu melihat mereka yang bisa menginjakkan kakinya di belahan dunia lain
dimana tempat yang hanya ku lihat di gambar-gambar, bahkan tak pernah sama sekali.
Akan kah kecemburuanku ini berakhir?
Dengan akhir yang menyenangkan.
Insyallah....... Jika Allah mengizinkan apa pun bisa terjadi.


Ini adalah salah satu mimpi ku yang kutulis di secarik kertas.
salah satu mimpi dari 61 mimpi yang kubuat.
Uh, aku baru bisa memikirkan 61 mimpi. Ha...ha... untuk bermimpi saja aku sudah limited, tapi tak apa yang penting semua yang ku impinkan terkabul. Amin ya Rabb........


Bagi yang tidak sadar, tapi tiba-tiba sudah duduk di depan layar dan membaca blog ku ini, nohon doanya ya semoga semua mimpi-mimpi ku akan terwujud, hingga ku dapat lanjutkan bermimpi sampai mimpi yang ke-1000.


Begitu pun dengan mu. Jangan takut untuk bermimpi besar. Karena kesuksesan besar itu awalnya hanyalah dari sebuah mimpi, mimpi yang besar. Pesawat muncul dari mimpi 2 orang bersaudara yang ingin terbang bebas seperti burung. Adanya Hp di tangan kita sekarang tidak lepas pula dari mimpi-mipi besar seorang ilmuan yang awal dianggap kemustahilan yang besar.


Tapi, sekarang aku masih CEMBURU....
Ku harap keCEMBURUAN ini tak begitu lama menghantui ku.
Karena suatu saat nanti, mungkin dalam waktu yang tak begitu lama lagi.
Photo-photo ku bersama mimpi ku kan terpajang disini, buka photo Asma Nadia lagi. Amin.....

Senin, 22 Maret 2010

Kewaspadaan Tingkat Tinggi ¤_¤


Lagi-lagi malam ini kewaspadaanku harus meninggkat, atau lebih tepat ku gunakan kata “ditingkatkan”. Makhluk itu tiba-tiba muncul dihadapanku. Aku terperanjat. Seketika adrenalinku meningkat. Aku palpitasi, berkeringat dingin, pucat dan diam di tempat. Tepat beberapa detik setelah itu, aku meloncat tak tentu arah. Yang penting, aku harus menjauh dari tempat itu.

Anehnya, makhluk itu tak bergeming sedikit pun. Membuat ku tambah panik. Itu adalah salah satu tanda-tanda makhluk aneh yang ku takuti --tak merespon terhadap rangsangan--. Saat keadaan tubuhku sudah terkompensasi, aku mulai cari solusi dan ambil aksi. Seperti biasa, kemoceng adalah senjata terampuhku. Dengan gerakan bak seorang pe’anggar’ ulung, ku arahkan kemoceng itu pada makhluk yang membuatku ketakutan. Namun sayang, dia tak jua bergeming. Apa yang harus kulakukan??? Aku paling takut dengan “makhluk” yang tidak tangap dengan respon. Aku menganggap “makhluk itu” adalah makhluk yang patologis.

Akhirnya jurus terakhirpun ku kerahkan. Panggil k’Riri untuk ngusir tuh makhluk. Masalah pun terselesaikan, tapi masih meninggalkan perasaan waspada yang sangat tinggi pada diriku. Benar-benar perasaan yang tidak menyenangkan.

Kejadian itu pun terulang lagi. Ini malah lebih aneh. Aku bertemu dengan makhluk tersebut, tapi anehnya makluk itu lagi kejang-kejang. Ih, aku juga nggak tau apa yang terjadi sama dia. Abis kejang-kejang, eh dia malah diam aja kayak patung, nggak gerak sama sekali. Saat kejang-kejang, ekornya menghempas-hempas ke atas dan ke bawah serta kaki dan tangannya bergerak ke atas dan ke bawah juga kayak orang lagi berenang gitu. Ih, benar-benar aneh. Akhirnya benteng pertahananku roboh, aku pun menggunakan jurus terakhir lagi, yaitu manggil ila untuk ngusir tuh makhluk. Thanks Ila, thanks kak riri. Thanks Allah………..

Senin, 25 Januari 2010

Inalillahi wa Inailaihi rojiun...


 
Astafirullah'alazim....
Astafirullah'alazim....
Astafirullah'alazim....

Kabar itu, bagai petir di telingaku.
Suatu berita BESAR yang tak kusangka-sangka.
Sore itu, sore menjelang magrib itu, adalah hari yang paling mendebarkanku.


Dari pagi sampai menjelang zhuhur, semua berjalan dengan NORMAL. Aku menikmati keadaan ini dan mengikuti alur acara ini. Pertanyaan demi pertanyaan pun di lontarkan. Dengan tenang (mungkin nggak semuanya) presidium menjawab pertanyaan itu satu persatu. Tak hanya pertanyaan, saran yang membangun pun tak sedikit yang terlontar dari buah pikiran beberapa peserta sidang. Subhanallah...........

Alhamdulillah LPJ diterima........
Tampak sekali kelegaan di wajah masing-masing presidium. Ya, tapi kita harus selalu ingat itu masih pertanggung jawaban di dunia, masih ada pertanggung jawaban yang paling adil dan paling ketat yaitu pertanggung jawaban di mata Allah. Pada hari itu, satu persatu video-video hidup kita akan di putar ulang tanpa kecacatan sedikit pun.........

Sebelum break sholat zhuhur, sidang komisi sudah berlangsung beberapa jam. Dan aku sendiri di amanahkan untuk duduk di komisi IV, membahas masalah REKOMENDASI. Di tengah rapat, aku teringgat bahwa aku belum minum obat, lalu aku langsung minta izin untuk minum obat (tapi alasan minta izinnya nggak aku bilang, cuma minta izin aja pada pimpinan rapat yang waktu itu adalah bang Deny).

Saat break sholat zhuhur, aku pulang. Soalnya, takut nggak ada air di mesjid kampus. Dan tiba-tiba kepala ku sakit. Kayaknya migran. Soalnya, sakitnya berdenyut-denyut gitu. Aku pun nggak bisa beraktivitas dengan baik. Aku cuma terkapar di kamar ku dengan menahan sakit. Lama kelamaan sakitnya menjalar ke mata dan gigi ku. Aku nggak tau apa penyebabnya. Setahu ku, kalau yang sakit di daerah sekitar mata, biasanya adalah cluster headache.

Kak Adik menelpon ku untuk segera kembali ke GH, tapi aku nggak sanggup. Kepala ku sakit sekali dan sekarang kayaknya aku butuh istirahat (tidur). Setelah itu, aku nggak tau apa yang terjadi pada ku. Saat aku terbangun dengan masih menggunakan mukena lengkap dan berbaring di atas sajadah, saat itu jam dinding ku yang cepat 40 menit menunjukkan pukul 17.00. Aku tersentak, buru-buru bangun dan wudu' untuk sholat ashar. Alhamdulillah sakit kepala ku dah mendingan.

Jam 17.30, kak Ran nelpon. Kalau aku udah mendingan, sebaiknya kembali ke GH karena sekarang udah masuk sesi pemilihan formatur. Ku paksakan tubuh ini. Syukur ku ucapkan karena sakit kepala yang cukup menyiksa tadi sudah perlahan-lahan pergi meninggalkan ku.

Dan sekarang, tepat pukul 18.00 (di jam GH), aku sangat gemetar. Aku benar-benar gemetar. Mungkin lebih gemetar dari pada saat-saat aku ingin mengikuti sebuah perlombaan. Mulut ku kaku tak bisa berkata-kata. Untaian kata-kata itu membuatku terperanjat. Berbagai pemikiran berkelebat di benak ku.

Apakah aku bisa?
Apakah pundak ini mampu untuk menopangnya?
Apakah diri ini kuat menerima amanah ini?

Akhirnya, setelah lama aku termenung dan berusaha mencerna perkataan-perkataan benak ku sendiri, air mata itu mulai mengalir. Sadar akan kelemahan diri. Sadar akan kekurangan diri. Tapi, inilah yang harus ku jalani. Yakinlah, sesuatu itu telah terencana tak ada yang kebetulan dan di balik ini semua ada zat yang paling mengetahui, Allah SWT yang telah mengaturnya.

Saudaraku, ini amanah yang besar. Punya harapan Besar. Dengan resiko yang besar. Jadi, sedikanlah waktu yang besar untuk amanh ini. Dia butuh jiwa-jiwa besar dan umat-umat yang besar. Maka tak kan mungkin rasanya, organisasi ini akan berjalan sesuai dengan akhi/ukhti harapkan jikalau hanya kami saja yang di sini. Kehadiran dan sokongan akhi/ukhti sekalianlah yang sangat di butuhkan saat ini. Mari kita bersama-sama mewujudkan impian-impian dan harapan kita. Takbir.........

ALLAHU AKBAR................


ALLAHU AKBAR................


ALLAHU AKBAR................

Kamis, 21 Januari 2010

FORMALIN -_-


Huah..... udah lama nggak pratikum anatomi. Sekarang adalah pratikum anatomi yang pertama di blok 15 ini. Aroma khas yang menyengat udah tercium sejak aku melangkahkan kaki memasuki laboratorium anatomi ini.

Waduh, lagi-lagi formalin ini menyakiti hidungku. Benar-benar suatu aroma yang tidak enak bercampur dengan bau kadaver-kadaver yang entah udah berapa lama nginap disana. Ok, pertama formalin itu cuma menyakiti hidungku, sekarang ia menggerogoti mata dan tenggorokanku. Aduh.... rasanya dulu nggak kayak gini banget deh (sambil nangis, ops, bukan... air mata yang keluar karena kekejaman dan kekerasan formalin). Tidak sampai 15 menit didalam ruangan penuh aroma formalin ini, aku udah nggak tahan lagi. Hidungku serasa terjepit, tenggorokanku seperti dicekat dan mataku selalu mengeluarkan air. Benar-benar perih. Lebih perih dari pada mengiris bawang merah.

Disepanjang pratikum, tak bosan-bosannya mataku mengeluarkan air, eh ujung-ujungnya hidungku mengompensasi air yang dikeluarkan mataku atau malah mataku mengoper air yang itu ke hidung melalui duktus nasolakrimalis, nggak tau lah, yang penting sekarang dua-duanya berair.

Mungkin semua kadaver disini baru dimandiin dengan formalin, bau nya itu benar-benar pekat dan menyengat, seperti bau kadaver baru, maksudnya baru mandi dengan formalin.

Terpaksa, disepanjang pratikum akupun mengompensasi diriku dengan menghapus air mata berulang kali. Sekali-kali menutup mata. Duduk. Jongkok. Serta keluar untuk menghirup udara segar.

Katanya sih, sebaiknya kalau mau pratikum anatomi pakai google dan masker supaya lebih aman. Tanya kenapa??? Karena formalin merupakan zat yang keras banget. Tapi entah mengapa kita pratikumnya nggak pake apa-apa. Boro-boro masker ama google, aku malah megang-mengang kadavernya pake tanganku, PAKE TANGAN LANGSUNG. Emang sih, ini bukan pertama kalinya aku megang kadaver dengan tangan langsung, tapi efeknya nggak segini parah. Efeknya saat itu adalah:
1.hanya meninggalkan bau yang kurang mengenakkan di tanganku
2.membuat mataku sedikit perih, tapi setelah beberapa menit nggak kerasa lagi, kembali kepada keadaan semula
3.keriput-keriput pada tanganku hanya bertahan 1 hari, setalah itu nggak ada masalah lagi.

Tapi sekarang............ Efeknya sangat dasyat. Tanganku tetap keriput-keriput sampai 1 minggu setelah pratikum. Benar-benar suatu keadaan yang membuatku tidak nyaman. Nih lihat photonya.......



Gimana??? mengerikan kan???
Kebayang nggak gimana bentuk organ dalam kita jika terkena formalin???
Tangan ku diatas, udah ku cuci ampe bersih dan kejadiannya tetap seperti itu, BERBAHAYA....
Apalagi kalau organ dalam kita seperti lambung, usus dll berkontak terus menerus dengan fomalin, bisa dibayangkan gimana rusaknya organ dalam kita?

Oke, disini aku hanya ingin menyampaikan betapa berbahayanya formalin. Jangan sampai zat yang berbahaya ini disalah gunakan untuk hal-hal yang tidak sepatutnya. Seperti mencampurnya dengan bahan makanan sebagai bahan pengawet dan agar makanan terlihat bagus, sehingga biaya produksi bisa ditekan dan biaya penjualan jadi meningkat. Yang akumulasi akhirnya in come meningkat. Nauzubillah minzalik.........

Oke, ini ada ulasan singkat tentang formalin yang saya unduh dari http://www.indosiar.com/ragam . Silahkan baca dan ambil manfaatnya..............

Formalin sendiri sebenarnya merupakan salah satu zat disinfektan efektif yang digunakan produsen obat serangga untuk membunuh kuman dan bakteri. Karena kekhasannya itu, bahkan dipergunakan kepada mayat untuk tujuan mengawetkan oleh kebanyakan manusia.
Formalin berasal dari larutan formaldehid (Nama dagang formalin) yang dicampur air dengan perbandingan kadar 30-40 persen. Di pasaran, formalin dapat diperoleh dalam bentuk sudah diencerkan, yaitu dengan kadar formaldehidnya 40, 30, 20 dan 10 persen serta dalam bentuk tablet yang beratnya masing-masing sekitar 5 gram.
Metanol yang yang terkandung, berfungsi sebagai stabilisator, mempunyai cara yang unik dalam sifatnya sebagai isinfektan. Formaldehida membunuh bakteri dengan membuat jaringan dalam bakteri dehidrasi (kekurangan air), sehingga sel bakteri akan ke-ring dan membentuk lapisan baru di permukaan.
Itu artinya, tidak saja membunuh bakteri, formalin juga membentuk lapisan baru yang melindungi lapisan di bawahnya, supaya tahan terhadap serangan bakteri lain. Bila disinfektan lainnya, seperti tetracycline, amikacin, baytril, mendeaktifasikan serangan bakteri dengan cara membunuh dan tidak bereaksi dengan bahan yang dilindungi, maka formaldehida akan bereaksi secara kimiawi dan tetap ada di dalam materi tersebut untuk melindungi dari serangan berikutnya.
Produk Berformalin
Keberadaan formaldehida sendiri kemudian di ditemukan dalam berbagai macam produk. Formaldehida juga ditemukan pada asap rokok dan udara yang tercemar asap kendaraan bermotor. Selain itu bisa didapat juga pada produk-produk termasuk antiseptik, obat, cairan pencuci piring, pelembut cucian, perawatan sepatu, pembersih karpet, dan bahan adhesif. Formaldehida juga ada dalam kayu lapis terutama bila masih baru. Kadar formaldehida akan turun seiring berjalannya waktu.
Secara natural formaldehida sudah terkandung dalam bahan makanan mentah dalam kisaran 1 mg per kg hingga 90 mg per kg. Selain dikenal sebagai formalin, nama dagang formaldehida sendiri sangat beragam, di antaranya ivalon, quaternium-15, lysoform, formalith, BVF, metylene oxide, morbicid, formol, superlsoform dan lain-lain. Sementara quaternium-15 bisa ditemukan di hampir semua jenis produk perawatan.
Sebut saja sampoo bayi, deodoran, parfum, cat rambut, ciran penyegar mulut dan pasta gigi. Jadi jangan heran bila formalin merupakan bahan yang biasa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Sekarang, sejauh mana kadar toleransi pemakaian bahan kimia untuk berbagai produk, terutama produk kebutuhan rumah tangga?
Suatu bahan kimia dikatakan beracun bila berada di atas ambang batas yang diperbolehkan. American Conference of Governmental and Industrial Hygienists (ACGIH) menetapkan ambang batas (Threshold Limit Value/TLV) untuk formaldehida adalah 0,4 ppm. Sementara National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) merekomendasikan paparan limit untuk para pekerja adalah 0,016 ppm selama periode 8 jam, sedangkan untuk 15 menit 0,1 ppm.
Dalam International Programme on Chemical Safety (IPCS) disebutkan bahwa batas toleransi formaldehida yang dapat diterima tubuh dalam bentuk air minum adalah 0,1 mg per liter atau dalam satu hari asupan yang dibolehkan adalah 0,2 mg.
Sementara formalin yang boleh masuk ke tubuh dalam bentuk makanan untuk orang dewasa hanya 1,5 mg hingga 14 mg per hari.
Hampir semua jaringan di tubuh mempunyai kemampuan untuk memecah dan memetabolisme formaldehida. Salah satunya membentuk asam format dan dikeluarkan melalui urine. Formaldehida dapat dikeluarkan sebagai CO2 dari dalam tubuh. Tubuh juga diperkirakan bisa memetabolisme formaldehida bereaksi dengan DNA atau protein untuk membentuk molekul yang lebih besar sebagai bahan tambahan DNA atau protein tubuh.
Formaldehida tidak disimpan dalam jaringan lemak. NIOSH menyatakan formaldehida berbahaya bagi kesehatan jika kadarnya mencapai 20 ppm. Sedangkan dalam Material Safety Data Sheet (MSDS), formaldehida dicurigai memiliki sifat menjurus kepada pembentukan sel kanker.
Ambang Batas
Kali ini BPOM melarang panganan permen merek white rabbit creamy, kiamboy, classic cream, black currant, dan manisan plum. Sedangkan pasta gigi merk Maxam asal Cina selain mengandung formalin juga mengandung bahan diethylene glycol.
Merujuk kepada peraturan menteri kesehatan no 722/Menkes /IX/1988 tanggal 22 September 1998, yang menyebut formalin termasuk bahan pengawet yang dilarang. Suatu bahan kimia dikatakan beracun bila berada di atas ambang batas yang diperbolehkan.
American Conference of Governmental and Industrial Hygienists (ACGIH) menetapkan ambang batas untuk formalin adalah 0,4 ppm. Sementara National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) merekomendasikan paparan limit untuk para pekerja adalah 0,016 ppm selama periode delapan jam, sedangkan untuk 15 menit adalah 0,1 ppm.
Dalam International Programme on Chemical Safety (IPCS) disebutkan bahwa batas toleransi formalin yang dapat diterima tubuh dalam bentuk air minum adalah 0,1 mg per liter atau dalam satu hari asupan yang dibolehkan adalah 0,2 mg.
Berdasarkan informasi ini, sebaiknya Badan Pengawasan Obat dan Makanan menetapkan nilai ambang batas yang jelas, dan menjelaskan ke masyarakat mengenai kandungan formalin yang berbahaya bagi kesehatan. Bukan menarik barang dari perederan untuk muncul di kemudian hari.
Selain itu, perlu cara mendidik produsen atau pedagang mengenai tingkat bahaya dan risiko yang dihadapi. Dengan demikian masyarakat tidak panik dan menolak semua bahan yang diperkirakan mengandung formalin.
Sebab formalin secara alamiah sudah ada di alam. Dan formalin menjadi berbahaya tidak saja ketika bercampur makanan, tetapi juga dalam udara dan masuk melalui pernapasan maupun kulit manusia.

Jumat, 15 Januari 2010

Menurut "SAYA" ~_~



Sekarang hari Jum'at tanggal 15 Januari 2010, pukul 11:39. Beberapa menit yang lalu AKU baru selesai tutorial.

Ya, tutorial............
Kalau berbicara tentang tutorial, maka yang terbayang oleh KU adalah suatu diskusi yang membahas beberapa LO yang sudah ditentukan beberapa hari yang lalu.
Ada kejadian dan kritik yang membangun untuk KU di tutorial tentang "SAYA" dari tutor KU.

Ya, mungkin jiwa ke AKUan KU sangat lah tinggi. Maaf teman-teman, AKU tidak bermaksud apa-apa. AKU juga bukan siapa-siapa. AKU bukan lah seorang ahli atau pakar. Mungkin memang salahKU mengatakan "SAYA", ya mengatakan kata-kata "MENURUT SAYA".

AKU yakin, semua teman-teman 1A mengerti maksud KU. AKU tanpa sadar mengatakan kata-kata itu. Kata-kata "MENURUT SAYA". Apakah kata-kata itu seolah-olah memperlihatkan kalau AKU seorang ahli? Padahal bukan itulah maksud KU. AKU hanya ingin menyampaikan analisa / hasil pikiranKU dari buku yang KU baca. Ya, bisa saja analisa kita berbeda-beda walaupun buku yang kita baca sama.

Entahlah, mungkin AKU memang salah. Makasih buk atas kritikan nya. AKU harus berpikir positif. Ada hikmah dibalik ini semua. Oke, coba kita rincikan. Pertama, berarti tutor KU memperhatikanKU saat tutorial (Hore.... ^_^). Kedua, masih ada hal-hal yang bisa KUperbaiki untuk hari esok agar hidupKU lebih baik dan lebih baik lagi. Ketiga dan yang terakhir, JANGAN pernah lagi katakan "MENURUT SAYA", tapi ganti dengan "MENURUT BUKU YANG SAYA BACA". Oke.....???

Semangat.....Semangat.....Semangat......
Berbahagialah, ternyata masih banyak orang-orang yang memperhatikanMU. Lupakan dan jadilah manusia baru.

Saran untukMU:
-Jangan terlalu sensitif.
-Jangan pikirkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu dipikirkan. Ini hal berat yang harus AKU lakukan, karena AKU selalu memikirkan hal-hal KECIL yang tak seharusnya AKU pikirkan, yang kan membuat AKU down dan depresi. Benar-benar suatu kebiasaan yang jelek.
-Jangan pernah berpikiran negatif. Karena hal-hal negetif berasal dari pikira yang negatif.

ALLAHU AKBAR 3x

Kamis, 03 Desember 2009

I want....,But I can't....

Aduh, dah lama banget rasanya ngak up date "Blog". Saat buka blog di wireles kampus, terlena dengan membaca blog2 teman yang lain (Mel, you have talent to be a writer sis....). Akhirnya waktu yang tak seberapa, dihabiskan dengan kegiatan yang tak seberapa pula.

Kali ini pun begitu, melihat tulisan2 teman2 yang memberi inspirasi dan dan menjadi terinspirasi. Akhirnya aku tak tahan juga untuk menuliskan sedikit kata2 pada lembaran lusuh blog ku ini. Walau sebenarnya aku sedang negtik tulisan untuk Broca edisi bulan ini.

Suatu hari aku pernah berpikir, adakah suatu saat nanti suatu alat seperti Mp3 atau Mp4 yang bisa merekam gelombang2 elektronik dari otak, sehinga tanpa mengeluarkan sepatah kata pun kita sudah merekam apa yang kita pikirkan. Banyak sekali rasanya yang pantas untuk ku tulis di blog ini, yang membangkitkan semangat belajar dan cinta kepada Mu, berharap semangat itu dapat merambat kepada pembaca yang tak sengaja nyasar ke blog ku.... He...he...

Sayangnya, aku tak punya waktu (alasan klasik) atau emang aku yang selalu mengambing hitamkan waktu dalam hal ini, entahlah aku juga tidak tau. Saat hantaran2 impuls itu mengebu2, layar komputer sedang tidak bersamaku. Jadilah dia tersalurkan hanya dalam alam gelombang eletronik otakku yang berumur tak begitu panjang. Hilang bersama hembusan nafasku.

Ya, mudah2 ada alat yang ampu merekam gelombang otak, trus langsung ditranslet kedalam bahasa normal atau bentuk tulisan biasa, trus bisa di colok kabel data and langsung copy paste ke komputer, he...he... enaknya. (Maunya tuh....)

Tiba-tiba ada suara...

Kan ada notebook buk???
Bisa dibawa kemana2 n bisa nulis d mana2?

Iya, aku juga dah coba Notebook tapi ngak berhasil, bahkan aku dah pake notepad di HP, tapi ngetiknya terbatas hanya nyampe 512 kata, kan nggak asyik.

Pelajaran hari ini:
Manage your schadule and make skala prioritas