Jumat, 15 Mei 2009

NIATNYA SIH MAU NYATAT KULIAH PAKAR ….


Sabtu, 10 Januari 2009

00.10 am (waktu jam dinding ku)*

*Jam dinding aku kira-kira cepat ½ jam-an lah atau lebih, he...he...


Waduh, udah lewat tengah malam nih. Tapi aku mau nulis sesuatu, ah nggak, salah ding, beberapa event yang bakalan menarik untuk dibahas. Ok, sekarang aku mau ngucapin Happy New Year dulu, biar pun telat tapi suasana dan aroma tahun barunya masih ada kan???? (dikira makanan apa, pake aroma segala).

Sebenarnya sekarang aku mau curhat. Tentang pertemuan ku dengan ………, dengan …… (tegang gitu, suasana jadi hening. Tiba-tiba ada yang nggak sabaran nanya “emang ketemu ama siapa non? SBY? Atau malah Obama?) Waduh, ini bukan masalah SBY atau pun Obama, aku ketemu dengan sesuatu yang bisa membuat jantung ku berdetak dengan sangat cepatnya, kaki ku gemetar dan keringat dingin ku bercucuran. AKU KETEMU AMA ………………………………………………… (Ama siapa buk???? Lama amat sih) Sabar dong, aku lagi berusaha untuk nyebutinnya. Sumpah, benar-benar suatu peristiwa yang bikin adrenalin meningkat. Kamu semua pasti nggak nyangka kalau aku ketemua ama dia.

Malam itu, aku menjerit sejadi-jadinya. Tiba-tiba aja dia udah ada didepan batang hidung ku. Langsung aja ku berdiri dan menjauh dari tempat itu. Sumpah aku gemetaran, aku takut, aku nggak kuat, mungkin untuk beberapa detik aku tidak bernapas, tapi untung aja aku nggak mati.

Dengan posisi bediri yang masih sama dengan yang tadi, aku tegak mematung memandanginya. Makhluk itu sangat mengerikan, walaupun tubuhnya kecil, tapi dia bisa berjalan, merayap, berlari di semua bidang (bidang datar, miring, atas, bawah).

Waduh bahaya tuh, aku jadi takut juga nih. Makhluk baru dari planet mana tuh?

Itulah, benar-benar menakutkan. Padahal aku cuma bisa berjalan di jalan yang datar dan berada di atas tanah, bukan di dinding atau diatap seperti Spiderman, dah jelas aja aku kalah ama makhluk tersebut. Bayangin aja kalau aku lomba lari ama makhluk itu???

Gimana??? Pasti kamu kalah kan?

Nggak lah, masa aku kalah sih. Dia yang kalah, soalnya tu makhluk nggak tau aturan mainnya, so di diss deh. He…he…

Dasar, udah dalam keadaan genting kayak gini, masih sempat aja becanda. Udah, lanjutin ceritanya.

Oke…

Tiba-tiba kaki-kaki kecil makhluk itu bergerak mendekat ke arah ku. Aku mundur. Bertahan. Tanpa suara. Menahan napas. Dengan denyut jantung yang bertambah kencang. Malangnya, jam dinding menunjukkan jam 02.30 dini hari. Oh my God, it’s mean all my friends is sleeping…………

Apa yang harus aku lakukan. Akhirnya ku ambil suatu keputusan penting dalam hidup ku (waduh hiperbola kali), yaitu ……………………………………… LARIII KELUARR. Yah, seperti yang ku bilang tadi, semua anak kosan telah terlelap dan terbuai dalam alam mimpinya masing-masing. Aku udah gedor-gedor pintu kamar Tika, tapi apa hasilnya?!?!? Si Tika nggak dengar teriakan ku, dia tertidur pulas. Aku coba gedor pintu kak Yeti, yah…. Hasilnya nggak lebih, nggak kurang, atau singkatnya sama ama Si Tika, Kak Yeti nggak ngubris sama sekali.

Gimana nih? Sumpah aku takut banget……… Ma….. Pa….. Tolong aku…. Ada sih niat untuk nelpon Mama Papa, tapi inikan dini hari, aku takut mereka khawatir. Ya Allah lindungilah hambamu ini dari makhluk tersebut. Tapi, ketakutan ku menggalahkan keberanian ku. (berapa score nya coy?) Woi, kamu pikir sepak bola apa, pake score segala. Aku lagi serius nih? Nggak liat nih tampang ku….

Emang ada apa di tampang mu, ada tulisan seriusnya?

Nggak lah. Aku cuma nanya doang, kamu nggak liat tampang aku? Simpel kan. Kamu tinggal jawab NGGAK / LIHAT. That all. He…he… KENA DEH !!!!! (dengan senyum kemenangan)

Udah, biar aku terusin lagi. Akhirnya aku memutuskan untuk nelpon orang tua ku, nggak ada jalan lain. Padahal dengan nelpon orang tua, orang tua ku pun nggak bisa buat apa-apa ama makhluk itu. Makhluk itu dimana…….., orang tua aku dimana…… begitulah kalau orang lagi kalut, kadang apa yang dilakukannya nggak singron dengan apa yang dipikirkannya atau bahkan emang nggak dipikirin sama sekali. Nggak tau ah, lagi malas mikir nih !!!!!!!!

Benar aja, orang tua ku nggak bisa berbuat banyak. Nggak mungkin juga kan aku suruh orang tua ku buat ngomong baik-baik ama tuh makhluk. Kalau gitu, aku kudu ngajarin tuh makhluk buat gunain hp dulu nih. Namun, dengan ngomong dengan orang tua, hati aku lumayan tenang.

Kamu tau nggak dimana aku ngungsi? Aku nongkrong aja di luar kamar sambil jongkok, persis kayak orang bego.

Tiba-tiba ada suara pintu kamar terbuka. Dan ternyata itu adalah Kak yeti, singkat cerita aku tidur sampai pagi di kamar kak Yeti. Tapi saat aku tidur dikamar kak Yeti ada kejadian aneh lagi. Tiba-tiba aja lampunya mati. Padahal akukan mau ujian. Benar-benar hari yang aneh bersama makhluk yang aneh dengan suasana yang bikin aneh, untung aja orangnya nggak aneh………

Udah dulu ya. Udah jam 1 kurang ¼ di jam dinding kamar aku. Sebenarnya aku mau nyatat kuliah pakar, eh malah jadi curhat. Kalau ada waktu, aku mau nulis tentang “Proses Pembersihan Kamar Aku” trus “Nu Year in Padang” dan “Shopping ke Bukittinggi”, yang bakalan seru dan insyallah akan dilengkapi dengan foto-fotonya. Oh ya, ada satu lagi yang ketinggalan yaitu “Sirkumsisi in the Far Destination” and “The New HP”. So, wait the next session …………



AKU BUKAN KARTINI


By: Priska Natalia (07120015)

KARTINI, ya kalau bicara tentang seorang Kartini maka yang terbayang oleh ku adalah seorang perempuan yang berusaha untuk menyelaraskan kedudukan wanita dengan pria. Tapi, aku tercengang, barusan di salah satu program TV aku menonton film dokumenter tentang Kartini. Tak sangka kalau siklus hidup seorang Kartini begitu berat dan penuh tekanan. Mulai dari kecil sampai menjadi istri seorang Bupati. Tekanan demi tekanan selalu disimpan dan dipendamnya sendiri. Hatinya sudah seperti tempat yang begitu setia untuk keluhan-keluhannya itu.

KARTINI, sorang wanita jawa yang hidup terkekang oleh adat-adat yang ada dan terbelenggu oleh tata krama kehidupan keraton yang berdarah biru, berusaha untuk menguak benteng bertembok beton tersebut. Seorang wanita yang hidup di zaman penjajahan belanda, ingin menuntut kemerdekaan dirinya dan perempuan-perempuan yang lain. Salut. Itu kata pertama yang terucap dari bibirku. Di usianya yang masih terbilang muda, ia sudah berpikir jauh kedepan tentang cita-citanya, mengalahkan semua perasaan dan tekanan yang menghujam jiwanya.

KARTINI, begitu semangat dirinya untuk belajar, berkarya dan bekerja. Harapannya cuma satu, ingin mengangkat derajat kaumnya dan mengeluarkan mereka dari penderitaan yang tak berkesudahan ini. Sebagai seorang wanita jawa, aktivitasnya terbatas, hubungan sosialnya pun terbatas, namun ia tidak hilang akal untuk mencari teman berbagi ide dan gagasan serta untuk mengetahui informasi-informasi tentang dunia diluar sana. Surat. Sarana yang sangat lekat dengan Kartini. Lewat surat iya bisa berbicara. Lewat suratpun, ia bisa berbagi. Tak pelak, ia memiliki beberapa teman orang belanda. Jangan heran kalau Kartini bisa bersahabat dengan orang Belanda, karena dia wanita yang cerdas. Ia bisa berbahasa Belanda, bahkan fasih. Konsumsi sehari-harinya adalah koran-koran dan majalah Belanda. Kartini mulai menuangkan buah pikirannya dalam bentuk tulisan setelah ia melahap habis roman-roman yang dibuat oleh penulis-penulis eropa yang terkenal.

KARTINI, dia bukanlah aku. Aku bukanlah wanita jawa berdarah biru yang hidupnya terkekang oleh tata krama. Aku bahkan bebas untuk menyuarakan semua kehendakku. Bebas belajar dan bekarja. Semuanya bisa kulakukan, karena aku hidup di zaman demokrasi. Sampai-sampai banyak orang yang kebablasan pada zaman ini, menyalah artikan kata “Emansipasi” yang dicetuskan Kartini.

KARTINI, hanya tinggal nama bagi kaum wanita zaman ini. Banyak yang menganut paham “Kesetaraan gendernya”, namun sayang sedikit sekali yang bisa mencontoh semangat juang dan semangat belajarnya. Lihatlah, “Kartini” zaman demokrasi ini, terlalu bebas dan tak terkendali. Tak terkekang seperti Kartini, tapi tak pernah mau melebihi cita-cita Seoranga Kartini. Masalah fasilitas dan kesempatan, takkan jadi masalah lagi. Namun, kemauan dan niat suci, itulah yang sulit untuk dicari pada masa ini. Hingga terkuburlah cita-cita Kartini untuk wanita-wanita Indonesia yang beredukasi.

KARTINI, andai kau hidup masa ini. Ku takkan bisa membayangkan, begitu hancurnya hatimu. Perjuangan yang kau lakukan sendiri, ternyata tak membuahkan hasil pada bangsa ini. Khususnya generasi muda yang sering tak peduli, hanya terbuai oleh kenikmatan duniawi.

KARTINI, hapus air matamu, Bu… Air matamu sangat berharga untuk menangisi orang-orang itu, yang bahkan tak sayang pada dirinya sendiri. Tak peduli pada orang tua dan keluarganya, apalagi untuk agama, bangsa dan negara. Sia-sia kau tangisi orang seperti itu, Bu. Karena mereka tak pernah tau untuk apa mereka HIDUP….

Kulihat ibu pertiwi

Sedang bersusah hati

Air matanya berlinang

Mas intan yang kau kenang

Hutan, gunung, sawah lautan

Simpanan kekayaan

Kini Ibu sedang susah

Merintih dan berdoa

Ibu kami tetap cinta

Putra mu yang setia

Menjaga harta pusaka

Membahagiakan ibu

Alunan lagu itu, membuatku terlelap, merasakan kesedihan yang sedang KARTINI rasakan. Namun sayang, aku bukan KARTINI…



BANYAKLAH BERZIKIR & ANDAIKATA LEBIH PANJANG LAGI



Assalamu’alaikum……….

Waduh, aku abis baca cerita-cerita MOTIVASI nih. Top abis, pokoknya Te Oo Pe Be Ge Te deh….

Oleh karena itu, aku ingin berbagi ceritanya kepada teman-teman semua.

Dibawah ini ada 2 kisah, yang menurut ku menarik.

Selamat membaca dan mengambil pelajaran dari 2 cerita di bawah ……………..


BANYAKLAH BERZIKIR


Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a.. Ia berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling di jalan-jalan guna mencari hamba ahli berzikir. Jika mereka mendapati kaum yang selalu berzikir kepada Allah SWT, mereka menyerunya, `Serukanlah kebutuhan kalian.' Kemudian mereka membawanya dengan sayap-sayapnya ke atas langit bumi. Lalu mereka ditanya oleh Rabb-nya (Dia Maha Mengetahui), `Apa yang dikatakan oleh hamba-hamba-Ku?' Para malaikat menjawab, `Mereka menyucikan dan mengagungkan Engkau, memuji dan memuliakan Engkau.' Allah berfirman, `Apakah mereka melihat-Ku?' Para malaikat menjawab, `Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu.' Allah berfirman, `Bagaimana kalau mereka melihat Aku?' Para malaikat berkata, `Kalau mereka melihat-Mu, tentunya ibadah mereka akan bertambah, tambah menyucikan dan memuliakan Engkau.' Allah SWT berfirman, `Apa yang mereka minta?' Para malaikat berkata, `Mereka memohon surga kepada-Mu.' Allah berfirman, `Apakah mereka pernah melihatnya?' Para malaikat berkata, `Tidak, demi Allah, mereka tidak pernah melihatnya.' Allah SWT berfirman, `Bagaimana kalau mereka melihatnya?' Para malaikat berkata, `Kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berhasrat serta tamak dalam memohon dan memintanya.' Allah SWT berfirman, `Pada apa mereka memohon perlindungan?' Para malaikat berkata, `Mereka memohon perlindungan dari neraka-Mu.' Allah SWT berfirman, `Apakah mereka pernah melihatnya?' Para malaikat berkata, `Kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berlari menjauhinya dan semakin takut.' Allah SWT berfirman, `Kalian Aku jadikan saksi bahwa Aku telah mengampuni mereka.'


Salah seorang dari malaikat itu berkata, `Di dalam kelompok mereka terdapat si Fulan yang bukan bagian dari mereka. Ia datang ke sana hanya untuk suatu keperluan.' Allah SWT berfirman, `Anggota majelis itu tidak menyengsarakan orang yang duduk bergabung dalam majelis mereka.'"



ANDAIKATA LEBIH PANJANG LAGI


Seperti yang telah biasa dilakukannya ketika salah satu sahabatnya meninggal dunia Rasulullah mengantar jenazahnya sampai ke kuburan. Dan pada saat pulangnya disempatkannya singgah untuk menghibur dan menenangkan keluarga almarhum supaya tetap bersabar dan tawakal menerima musibah itu.Kemudian Rasulullah berkata,"tidakkah almarhum mengucapkan wasiat sebelum wafatnya?" Istrinya menjawab, saya mendengar dia mengatakan sesuatu diantara dengkur nafasnya yang tersengal-sengal menjelang ajal"


"Apa yang di katakannya?"


"saya tidak tahu, ya Rasulullah, apakah ucapannya itu sekedar rintihan sebelum mati, ataukah pekikan pedih karena dasyatnya sakaratul maut. Cuma, ucapannya memang sulit dipahami lantaran merupakan kalimat yang terpotong-potong."


"Bagaimana bunyinya?" desak Rasulullah.


Istri yang setia itu menjawab,"suami saya mengatakan "Andaikata lebih panjang lagi....andaikata yang masih baru....andaikata semuanya...." hanya itulah yang tertangkap sehingga kami bingung dibuatnya. Apakah perkataan-perkataan itu igauan dalam keadaan tidak sadar,ataukah pesan-pesan yang tidak selesai?"


Rasulullah tersenyum."sungguh yang diucapkan suamimu itu tidak keliru,"ujarnya.


Kisahnya begini. pada suatu hari ia sedang bergegas akan ke masjid untuk melaksanakan shalat jum'at. Ditengah jalan ia berjumpa dengan orang buta yang bertujuan sama. Si buta itu tersaruk-saruk karena tidak ada yang menuntun. Maka suamimu yang membimbingnya hingga tiba di masjid. Tatkala hendak menghembuskan nafas penghabisan, ia menyaksikan pahala amal sholehnya itu, lalu iapun berkata "andaikan lebih panjang lagi".Maksudnya, andaikata jalan ke masjid itu lebih panjang lagi, pasti pahalanyalebih besar pula.


Ucapan lainnya ya Rasulullah?"tanya sang istri mulai tertarik.


Nabi menjawab,"adapun ucapannya yang kedua dikatakannya tatkala, ia melihat hasil perbuatannya yang lain. Sebab pada hari berikutnya, waktu ia pergi ke masjid pagi-pagi, sedangkan cuaca dingin sekali, di tepi jalan ia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil, hampir mati kedinginan. Kebetulan suamimu membawa sebuah mantel baru, selain yang dipakainya. Maka ia mencopot mantelnya yang lama, diberikannya kepada lelaki tersebut. Dan mantelnya yang baru lalu dikenakannya. Menjelang saat-saat terakhirnya, suamimu melihat balasan amal kebajikannya itu sehingga ia pun menyesal dan berkata, "Coba andaikan yang masih yang kuberikan kepadanya dan bukan mantelku yang lama, pasti pahalaku jauh lebih besar lagi".Itulah yang dikatakan suamimu selengkapnya.


Kemudian, ucapannya yang ketiga, apa maksudnya, ya Rasulullah?" tanya sang istri makin ingin tahu. Dengan sabar Nabi menjelaskan,"ingatkah kamu pada suatu ketika suamimu datang dalam keadaan sangat lapar dan meminta disediakan makanan? Engkau menghidangkan sepotong roti yang telah dicampur dengan daging. Namun, tatkala hendak dimakannya, tiba-tiba seorang musyafir mengetuk pintu dan meminta makanan. Suamimu lantas membagi rotinya menjadi dua potong, yang sebelah diberikan kepada musyafir itu. Dengan demikian, pada waktu suamimu akan nazak, ia menyaksikan betapa besarnya pahala dari amalannya itu. Karenanya, ia pun menyesal dan berkata ' kalau aku tahu begini hasilnya, musyafir itu tidak hanya kuberi separoh. Sebab andaikata semuanya kuberikan kepadanya, sudah pasti ganjaranku akan berlipat ganda. Memang begitulah keadilan Tuhan. Pada hakekatnya, apabila kita berbuat baik, sebetulnya kita juga yang beruntung, bukan orang lain. Lantaran segala tindak-tanduk kita tidak lepas dari penilaian Allah. Sama halnya jika kita berbuat buruk. Akibatnya juga akan menimpa kita sendiri.Karena itu Allah mengingatkan: "kalau kamu berbuat baik, sebetulnya kamu berbuat baik untuk dirimu. Danjika kamu berbuat buruk, berarti kamu telah berbuat buruk atas dirimu pula."(surat Al Isra':7)



Selasa, 05 Mei 2009

HotNews

FLU DI MEKSIKO CAMPURAN FLU MANUSIA, FLU BABI, DAN FLU BURUNG
Shohib Masykur
– detikNews


Meksiko
- Flu babi yang menyebar di Meksiko merupakan jenis baru. Jenis flu ini belum pernah ditemukan sebelumnya.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (25/4/2009), menurut US Center for Disease Control and Prevention, flu ini merupakan campuran dari flu manusia, flu babi, dan flu burung.

Menurut WHO, dari hasil pengujian diketahui virus tersebut serupa dengan flu babi jenis baru, disebut H1N1, yang berjangkit di Kalifornia dan Texas. Flu babi memang kadang-kadang menjangkiti manusia, tetapi sangat jarang menular ke sesama manusia.

Flu tersebut telah membunuh lebih dari 60 orang di Meksiko. Flu serupa juga menyebar di Amerika Serikat dan menjangkiti 8 orang. Namun semuanya berhasil disembuhkan.

Sekolah dan acara-acara publik di Kota Meksiko dibatalkan gara-gara menyebarnya flu ini. Sejauh ini diperkirakan 1.000 orang telah terjangkit.

Pejabat kesehatan global memang belum menyiarkan terjadinya pandemi. Meski begitu, mereka mulai meningkatkan kewaspadaan.

"Kewaspadaan kita meningkat dari kemarin," kata Direktur US Center for Disease Control and Prevention, Dr Richard Besser.

Berjangkitnya flu ini telah menimbulkan kekhawatiran masyarakat Meksiko. Mereka takut flu tersebut menyebar dan sulit ditangani.

"Kami takut karena mereka mengatakan ini belum tentu flu. Ini adalah jenis virus lain dan belum ada vaksinnya," kata Angeles Rivera, salah seorang pegawai pemerintah.

Senin, 30 Maret 2009

DENDENG PUCUAK UBI

Payakumbuh, 20 Februari 2009


DENDENG PUCUAK UBI


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Hallo, namaku Priska Natalia. Aku ingin berbagi cerita nih….

Di kampungku, Payakumbuh-Sumatera Barat, yang terkenal dengan randang dan dendeng baladonya, ternyata masih ada satu lagi makanan unik dan khas yang akan membuat kita berdecak kagum dan ketagihan untuk memakannya. Kalau bertanya tentang nama makanan tersebut, aku sendiri juga nggak tau harus jawab apa, yang jelas orang-orang menyebutnya dengan “dendeng pucuak ubi” atau “dendeng daun singkong”. Soalnya dendeng balado tersebut terbuat dari daun singkong atau orang minang menyebutnya dengan daun pucuak ubi.

Jika dinilai dari bentuk dan rasanya, nggak beda dengan dendeng-dendeng balado lainnya, malahan lebih gurih dari pada dendeng balado yang terbuat dari daging sapi. Mungkin teman-teman semua nggak akan nyangka kalau dendeng tersebut terbuat dari daun singkong. Kebanyakkan, daun singkong hanya dijadikan sebagai lalapan atau sayur pelengkap, ternyata di tangan Bu Ani, begitu beliau sering disebut, disulap dan diubah menjadi makanan yang lezat dan bergizi. Jujur, saya sendiri tidak begitu suka dengan daun singkong, apalagi kalau pengolahan daun singkong tersebut tidak begitu bervariasi, palingan dicampur dengan kuah pecel atau dibuat sayur. Tapi, ini benar-benar berbeda, Bu Ani mengolahnya menjadi sesuatu yang luar biasa. Bagi vegetarian yang kepingin makan dendeng, nggak perlu khawatir lagi deh, kamu-kamu semua bisa nyobain dendeng buatan Bu Ani ini.

Usaha “dendeng pucuak ubi” ini baru dirintis Bu Ani pada awal tahun 2009 ini, walaupun ide-ide kreatifnya udah muncul sejak beberapa tahun yang lalu. Pemasarannya pun masih terbatas di daerah Payakumbuh dan sekitarnya saja. Tapi para perantau-perantau Payakumbuh udah ada yang membawa “dendeng pucuak ubi” ini sebagai buah tangan, baik itu ke Batam, Pekanbaru ataupun ke Jakarta. Untuk harga yang ditawarkan oleh Bu Ani sangat terjangkau sekali hanya Rp 2.000/bungkus kecil atau Rp 50.000/kg. Banyangin aja dalam bungkus kecil tersebut ada beberapa potong dendeng, sedangkan harga dendeng daging sapi biasanya Rp 6000/potong. Wuih…. selain enak, bergizi, gurih ternyata murah juga….

Penasaran gimana enak dan gurihnya “dendeng pucuak ubi” ini? Karna itu, datang ke Payakumbuh and cobain gimana gurihnya rasa dendeng tersebut. Dijamin ketagihan deh….. Khas Payakumbuh loh…

Ok, aku tunggu ya kedatangannya di Payakumbuh-Sumatera Barat. Da…da...

Terima kasih….


AKU Vs BUNG HATTA


Aku ingin menulis

Menulis tentang diri ku dan diri mu

Aku menulis untuk mu, Bung !

Akan ku tulis tentang kau dan tulisan mu

Dan tentang aku dan tulisan ku


Bung !

Bung Hatta

104 tahun yang lalu kau hadir

Bukittinggi tepatnya

H. Muhammad Djamil bapak mu

Kau suka menulis


Bung !

Priska nama ku

18 tahun yang lalu aku hadir

Payakumbuh kotaku

Ayahku Yusrizal

Aku pun suka menulis

Menulis puisi apalagi


Bung !

Puisi ini untuk mu

Untuk mengenang dirimu

Diri yang takkan dilupakan

Kepribadian mu yang akan selalu dikenang

Kesederhanaan yang selalu menemani


Tapi, Bung !

Aku heran ...

Kenapa negeri mu yang dahulu kaya

Kaya dengan cadiak pandai

Tempat belajar urang rantau

Ramai dengan remaja yang kreatif

Sekarang tak berkibar lagi


Bung !

Kau tetap menempati ruang hatiku

Sudah kuabadikan kau dalam tulisan ku

Setiap ku tulis kata demi kata

Aku membayangkan kau akan membaca tulisan ku


Bung !

Aku bisa baca hasil karya mu

Kau penulis yang handal

Aku bisa hayati maksud tulisan mu


Namun ...

Siapa yang akan membaca tulisan ku?

Aku bukan siapa-siapa

Aku tidak cantik !

Aku tidak kaya !

Aku bukan pejabat !

Aku bukan seorang pahlawan !

Aku bukan siapa-siapa !!!


Tapi aku suka menulis

Menulis puisi apalagi

Ku tau kau takkan bisa membaca puisi ku

Itu mustahil, Bung!


Tapi kuharap

Bung Hatta - Bung Hatta yang lain akan membaca puisi ku

Buah karya ku ...

Tulisan ku ...


Ya, itulah aku dan tulisan ku

Tak sebagus tulisan mu, Bung !

Tapi itulah aku

Aku yang tidak cantik dan tidak kaya

Namun aku suka menulis

Menulis puisi

Seperti mu, Bung !

Tapi aku bukan lah kamu ...

Karena ...

Aku adalah AKU ...


Gimana puisinya????

He...he... sebenarnya ini pernah ku ikutkan dalam lomba memperingati
104 tahun bung Hatta, tapi nggak menang. Tapi nggak apa-apa, yang penting aku bisa berkarya, iya nggak?!?



Sabtu, 28 Maret 2009

DENGARLAH KISAH KAMI


Padang, 2 Agustus 2008

DENGARLAH KISAH KAMI

Saat kau langkahkan kaki

Akupun langkahkan kaki

Dimana saat itu kita tak kenal jati diri

Masa-masa itu kita sebut BAKTI


Hari demi hari kita lewati

Scenario demi scenario kita pecahi

Blok-blok pun berganti

Hingga tibalah waktu inagurasi


Coba kembali renungi

Saat dimana kita masih sendiri-sendiri

Tak kenal teman, senior dan dosen disini

Saat kita acuh tak acuh, mementingkan ego sendiri


Ternyata hampir setahun kita bersama merajut mimpi

Banyak sekali yang sudah kita temui

Senior yang galak,lucu bahkan tak sedikit yang selalu berikan empati

Teman yang nakal,cuek,kasar, lembut, suka sakit hati

Namun itulah yang kan warnai persahabatan kita nanti


Walau kadang hati ini salah persepsi

Namun sebenarnya ia tak bermaksud untuk menyakiti

Karena seorang saudara, itu sehati

Dan takkan pernah mau menyakiti saudara sendiri


Ketika tangan-tangan itu mulai berpeganggan

Bahu membahu membuat benteng pertahanan

Siapapun takkan bisa menyusup dan melawan

Karena kita telah terima semua kekurangan


Jangan pernah sedih dengan kekurangan itu

Karena kekurangan bisa menjadi senjata terjitu

Sudah lupakan yang telah berlalu

Karena kemaren sudah menjadi sejarah dahulu


Segera hapus saling menyalahkan

Bukalah lembaran baru yang menyenangkan

Karena badai itu telah berlalu dan lupakan

Sekarang bersama kita menuju masa depan

Namun kita pasti rindu DC 2008


Di ikuti dengan nyanyi “project pop”

Kamu sangat berarti

Istimewa di hati

Slama nya rasa ini

Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing

Ingatlah hari ini

Padang, 2 Agustus 2008

ALL ABOUT US

Saat lensa mulai mengabur

Saat tulang-tulang sudah tersusun

Ya, rangka tubuh itu hampir jadi

Namun pandangan kami masih belum berinti


Waktu cepat sekali berganti

Hingga tibalah hari ini

Ketika tubuh itu mulai berdiri

Mencoba berjalan bahkan berlari


Hampir satu tahun rangka itu dibentuk

Banyak bakteri yang selalu mengrogoti

Apakah kumpulan tulang-tulang ini kena kutuk

Ataukah memang semua ini harus dijalani


Perlahan-lahan namun pasti,… makrofag mulai beraksi

Memakan bakteri tanpa permisi

Namun kadangkala tulang itu patah kembali

Sehingga tertatih tubuh menopang diri


Sahabat,… tubuh itu takkan lengkap

Walaupun hanya satu tulang yang tak ditempat

Tulang lain takkan bisa kerja rangkap

Walau sudah mencoba dengan kuat


Hai tulang-tulang yang berserakkan

Cepat kembali ke tempat

Rangka tubuh itu harus terbentuk

Karena hari inilah waktunya, waktu disaat rangka itu akan hidup


Hai, tulang-tulang yang rindukan pulang

Setelah sekian lama berjalan berkelana

Sekaranglah waktunya kita untuk menyerang

Robohkan benteng yang tak bermenara


Lihatlah, hanya dengan satu kepalan tangan

Benteng itu kehilangan pegangan

Hancur luluh terlupakan

Ditiup terbang angin persahabatan


Akhirnya badai telah berlalu

Ombakpun mulai tenang

Burung camar kembali berlagu

Sebagai tanda tulang-tulang itu sudah pulang


Begitu juga dengan kita

Ini bukanlah akhir dari semuanya

Karena ini adalah awal dari segalanya

Awal… dari suatu persahabatan SEJATI


Diikuti oleh nyanyi “sahabat sejatinya” sheila on 7



Ini adalah puisi yang ku buat hampir satu tahun yang lalu, tepatnya 2 Agustus 2008. Yang rencananya akan aku bawakan pada inagurasi DC 2008.

Ya, namanya rencana nggak semua nya berjalan sesuai kehendak kita, karena Allah lah yang mengatur semuanya, singkat cerita puisi ini nggak sempat aku bacakan saat inagurasi tersebut.

Dari pada nggak ada yang baca, lebih baik aku posting di blog ku aja. Selamat membaca. Puisi ini spesial untuk semua rekan-rekanku angkatan 2007.

Hidup 2007 !!!

Oh ya, buat adek-adek 2008, semangat ya…. Mudah-mudahan DC 2009 nya berjalan lancar.

Amin…