Posts

Showing posts from April, 2010

Standar GAUL ?!?

Image
by: Aasiyah Haniifah Padang, 10 April 2010
Entah kenapa aku berpikir kalau negeri ini diisi oleh hampir 90% penduduk-penduduk yang "pencemooh", kurang penghargaan dan kurang apresiasi.
Ketika seorang teman maju ke depan untuk mengajukan ide cemerlang dari pikirannya, ia malah ditertawakan. Ketika seorang teman melakukan hal-hal kebajikan yang enggan dilakukan orang bahkan tak pernah dilakukan oleh siapapun, ia disindir dan diejek. Ketika seorang teman berusaha untuk jujur dalam ujian dan kesehariannya, ia dianggap sok suci, naif, atau apalah..... Ketika seorang teman berusaha untuk berhenti merokok, malah ia dianggap "cemen", anak mami atau nggak GAUL, maka ia dijauhi dan ditertawakan. 
Kadang atau bahkan sering aku berolok-olok dengan adik ku, saat ia berkata padaku " ah, uni nggak GAUL !!!". Lalu balasku, "emang apa standar GAUL mu?".
Ya, sebenarnya apasih standar GAUL kita? Coba tanyakan pada hati nurani kita. Karena aku pun sedang melakukan itu. …

Lukisan Alam...

Image
Plitvice Lakes – The Most Beautiful Lakes In Europe


 Harimau Putih

Diunduh dari : Mim Yahoo

Hari yang Unik !?@#!

Image
Alhamdullillah........ Alhamdullillah.......... Alhamdullillah.........
Tak bosan-bosan mulut ku mengucapkan rasa syukur pada hari ini. Hari ini benar-benar unik. Tepatnya beberapa hari ini adalah hari yang membuat semua faktor stress ku meningkat. Dan tepatnya lagi beberapa menit yang lalu adalah waktu dimana faktor stress ku mencapai titik tertingginya.
Untung beberapa menit setelah itu Allah memberiku secerca cahaya Nya. And I'm Happy now. Yang membuatku menyunggingkan senyum disetiap kayuhan sepeda ku siang ini. Rasanya, semua hal yang membuatku stress beberapa menit lalu sudah hilang menguap entah kemana.
I'M HAPPY NOW ^_^

Lipatan kecil yang diabaikan…

Image
Lipatan karpet itu tidak fenomenal, tapi menjadi fenomenal bagi ku. Karpet yang terlipat itu tepat di depan pintu masuk mesjid. Tak ada satu orang pun yang perhatian dengan lipatan karpet itu. Tidak juga dengan aku sebenarnya. Tapi mungkin karena posisi duduk ku yang persis di samping pintu masuk mesjid, memaksaku untuk “ngeh”.
Setiap orang masuk, aku tersadar. Kenapa? Karena lipatan kecil pada karpet itu selalu “mengait” setiap kaki yang masuk. Satu orang, dua orang, tiga orang, sampai….. entah…. Sekarang entah sudah berapa orang, aku pun tidak menghitungnya atau tepatnya sulit untuk menghitungnya. Karena, hampir 99,99% yang masuk mesjid, kakinya akan terkait dengan lipatan karpet itu. Tapi tak ada satu orang pun yang “ngeh”. Tidak juga aku sebenarnya.
Satu orang lagi masuk, ujung jari kakinya menyentuh lipatan itu lagi, aku melirik lagi ke lipatan itu. Ketika satu orang masuk lagi, lipatan itu “mengait” kakinya lagi. Sampai-sampai dia tergamang dan hilang keseimbangan, beruntung kalau…

Paru Ku....

Image
Jum'at, 9 April 2010 By: Aasiyah Haniifah
Ruangan itu penuh asap. Aku sesak. Aku batuk. Jangan tambah lagi predisposisi bagi paru ku. Aku tidak bangga dengan prediket ini, prediket "PEROKOK PASIF". Mungkin kamu bisa bangga dengan prediketmu, prediket "PEROKOK AKTIF". Ruangan itu bertambah sesak, dadaku pun bertambah sesak. Mohon, akhirilah hal itu...
Ku lihat sekelilingku, tak ada yang ambil pusing. Ada yang asyik tidur, dengar musik atau bercengkrama dengan teman sebangkunya. Aku sebenarnya ambil pusing, atau sudah sangat pusing... Tapi, sekarang aku masih tanpa tindakan. Duduk terpaku di sudut jendela sambil menutup mulut dan hidungku.
(Bus Kota Pasar Baru - Jati, dengan penuh asap yang mengepul)

Sendiri Menyepi

Image
(by: Edcoustic)

Sendiri menyepi...
Tenggelam dalam renungan
Ada apa aku, seakan ku jauh
Dari ketenangan...

Perlahan kucari...
Mengapa diriku hampa
Mungkin ada salah, mungkin ku tersesat
Mungkin dan mungkin lagi

Oh tuhan aku merasa
Sendiri menyepi...
Ingin ku menangis menyesali diri
Mengapa terjadi...

Sampai kapan ku begini
Resah tak bertepi
Kembalikan aku pada cahaya-Mu
Yang sempat menyala
Benderang di hidupku...

IMPIAN NO. 19-22

Image
Ini berawal saat video “Danang” ku tonton. Four Tumb deh buat mas Danang yang bisa mengelitik imajinasi terdalamku. Impian ini ku buat pada tanggal 20 Juni 2009 lalu. Mungkin sedikit mustahil, bahkan orang tuaku saja “galak rusuah” mendengar impianku ini. Bukannya nggak mendukung, tapi rasanya impian ini terlalu muluk-muluk.
Siang ini, impian yang sudah hampir satu tahun aku tulis, sekarang mulai menggeliat lagi. Beberapa bulan belakangan ini aku tidak begitu fokus dengan impian-impian ku itu. Saat skil lab, saat aku duduk manis “majalepok” di lantai bangsal anak. Yang merupakan salah satu tempat favoritku di rumah sakit. Kenapa? Karena anginnya begitu sepoi-sepoi dan menyejukkan, serasa di pinggir pantai. Sejuuu…kkk sekali. Untuk beberapa kalinya aku ingin tidur di tempat itu.
Ku jejali pemandangan disekitarku. Banyak pengunjung yang duduk seperti aku, bahkan sampai mengelar tikar dan kasur di sudut-sudut ruangan. Miris aku melihatnya. Teras-teras rumah sakit, disulap begitu saja menja…